Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus berupaya menuntaskan kewajiban pembayaran utang kepada pihak ketiga. Bupati Anambas, Aneng, menegaskan pelunasan utang menjadi prioritas utama sebelum fokus penuh pada pembangunan.
Saat pertama kali menjabat, Aneng mewarisi beban utang daerah mencapai Rp95 miliar. Perlahan, utang itu berhasil ditekan hingga tersisa Rp20 miliar pada Juli lalu. Kini, Pemkab menargetkan semua utang lunas pada Oktober mendatang.
“Alhamdulillah, bulan depan utang-utang kita lunas. Dari awal menjabat sampai sekarang, kami memang fokus untuk membayar utang,” ujar Aneng, Rabu (24/9).
Menurutnya, beban utang besar bukan hanya mengikat ruang fiskal pemerintah daerah, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat. Beberapa tunjangan pegawai bahkan sempat tertunda atau dipotong demi memastikan pembayaran utang berjalan lancar. “Kita semua bisa merasakan dampaknya. Sejak awal saya sudah bilang, tahun ini kita ikat pinggang dulu agar tahun depan bisa bernapas lega. Alhamdulillah, teman-teman paham,” tambahnya.
Meski berat, langkah itu dinilai perlu agar Anambas tidak terus tertinggal. Dengan lunasnya utang, program pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan administrasi maupun finansial.
Politisi Partai Demokrat itu optimistis keuangan daerah akan stabil tahun depan. Keyakinan tersebut semakin kuat dengan adanya tambahan alokasi dana dari APBN yang sudah diupayakan.
“Saya sering keluar Anambas bukan untuk jalan-jalan, tapimencari dana. Alhamdulillah, pelan-pelan ada hasilnya. Tahun depan beberapa proyek pembangunan akan bersumber dari APBN,” tegasnya.
Aneng menyebut perjuangan menuntaskan utang sekaligus mendatangkan dukungan anggaran pusat adalah bentuk kerja nyata pemerintah daerah. Ia menekankan, semua upaya ini semata-mata untuk memastikan masyarakat merasakan hasil pembangunan secara merata.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat ikut mendukung jalannya pemerintahan. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya berharap masyarakat ikut ambil bagian, minimal dengan mendukung dan menjaga apa yang sudah kita bangun bersama,” katanya.
Aneng juga mengingatkan, setiap rupiah yang dikelola pemerintah adalah amanah rakyat. Dengan lunasnya utang, ia memastikan tidak ada lagi alasan untuk menunda program prioritas di sektor pembangunan, pendidikan, dan kesehatan.
“Kita harus belajar dari pengalaman ini. Utang boleh menjerat, tapi jangan sampai membuat kita berhenti melangkah. Justru harus jadi titik balik untuk bangkit lebih kuat, demi Anambas yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO