Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Bahasa Indonesia terus mendunia. Penyebarannya sudah tak lagi sebatas kursus bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tapi dalam bentuk Program Studi (Prodi) di perguruan tinggi dunia.
Kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia telah mencatatkan sejarah baru. Pasalnya, Universitas Al-Azhar resmi membuka Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun akademik 2025/2026 ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi atas pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini. Dia pun memberikan selamat kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir.
Dia menilai, pembukaan prodi tersebut dapat meningkatkan sinergi dalam membangun peradaban, utamanya dengan bahasa sebagai media. “Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar atas kerja sama yang telah terbangun selama ini,” ungkap Mu’ti, Selasa (23/9).
Dia pun berharap, Bahasa Indonesia semakin populer dan salah satu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi di Mesir. Mengingat Mesir merupakan negara yang memiliki kedekatan kultural dan hubungan diplomatik yang sangat kuat dengan Indonesia.
“Semoga semakin banyak generasi dari berbagai negara, khususnya yang belajar di Al Azhar Kairo yang dapat memahami dan menguasai bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa dunia,” paparnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Salamah Daud turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk bangsa Indonesia atas peresmian Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo ini.
“Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang diajarkan kepada mahasiswa Mesir dan internasional di samping bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, dan bahasa asing lainnya yang jumlahnya lebih dari 14 bahasa di Fakultas Bahasa dan Terjemah,” tuturnya.
Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo sendiri telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama KBRI Kairo dan Badan Bahasa Kemendikdasmen. Pembelajaran diberikan dalam bentuk kursus BIPA yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut.
Pada 2019, bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Hingga, pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, terdiri atas 6 orang pada tingkat IV, 7 orang pada tingkat III, 28 orang pada tingkat II, dan 10 orang pada tingkat I. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO