Buka konten ini

BANDUNG (BP) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Ratusan siswa di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, keracunan seusai menyantap ayam, stroberi, dan sambal, Rabu (24/9).
Sementara, enam murid SMKN Palang dilarikan ke RSUD dr R Koesma karena mengeluh pusing dan mual setelah mengonsumsi nasi goreng.
Dari pantauan Radar Bandung, belasan ambulans hilir mudik mengevakuasi ratusan siswa ke Puskesmas Cipongkor. Salah seorang siswa MTS Manarul Huda, Via (14) mengatakan, dia mengonsumsi menu MBG sekitar pukul 10.00. Menu yang dimakan berupa ayam, stroberi, nasi, dan sambal.
”Saya pusing, mual dan juga sesak nafas sesudah makan MBG tadi,” ucapnya.
Orang tua siswa, Desi (50) mengungkapkan, anaknya bukan pertama kali mengkonsumsi MBG di sekolah. Dia berharap, program MBG diakhiri karena memang dinilai tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. ”Mending tutup aja MBG daripada membuat keselamatan terancam,” paparnya.
Sekda Jabar Herman Suyatman meninjau korban yang dirawat. Menurut dia, selain di Cipongkor, insiden keracunan akibat MBG juga ditemui Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas.
”Kita tentu prihatin ada anak-anak keracunan,” katanya.
Suyatman memastikan, semua anak mendapatkan perawatan. Pihaknya mengerahkan seluruh tenaga kesehatan dan penunjang untuk menangani para korban keracunan.
”Ambulans juga kami kerahkan bukan dari KBB saja tapi dari Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Konsumsi Nasi Goreng
Juharti tak bisa menyembunyikan kesedihan seusai keluar dari ruangan UGD RSUD dr R Koesma Tuban. Sebab, anaknya terbaring lemas diduga keracunan akibat mengonsumsi MBG.
”Saya sangat kecewa, bukannya mendapatkan manfaat asupan gizi, malah membuat anak saya masuk rumah sakit,’’ keluhnya.
Menurut Juharti, sebelum berangkat sekolah, anaknya masih sehat. Namun, sekitar pukul 12.00, dia dikabari pihak SMKN Palang bahwa anaknya pusing dan mual-mual.
”Kabarnya rasa pusing dan mualnya setelah mengonsumsi nasi goreng MBG. Awalnya dibawa ke Puskesmas Palang kemudian pukul 14.00 dirujuk ke rumah sakit,’’ terangnya.
Selain anak Juharti, ada lima siswa lain yang dirawat karena keracunan menu MBG.
Insiden keracunan membuat Juharti trauma dengan program MBG. ”Sebaiknya MBG ditiadakan daripada mendatangkan musibah, sebelum korbannya bertambah lagi,’’ harapnya.
Temuan Ulat
Di Bangkalan, Jatim, ditemukan ulat pada menu MBG. Temuan ulat itu ada di dua lokasi. Pertama, pada Jumat (19/9) di SDN Peseseh 1. Lalu, Selasa (23/9), di SDN Bumianyar 1.Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far menyayangkan temuan ulat dan belatung pada menu MBG tersebut.
”Kami sangat menyayangkan menu MBG yang diberikan kepada anak didik kami ada ulatnya,” tuturnya.
Ketua Satgas Pengawasan MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, berdasarkan penelusuran, temuan ulat itu karena ada lalat yang hinggap dan langsung bertelur.
Bambang menyebutkan, temuan ulat pada menu MBG yang sudah didistribusikan kepada siswa itu diduga berasal dari sayur. Dia menduga proses pencucian sayuran kurang bersih.
”Makanan tersebut belum sempat dikonsumsi, baru dibuka ternyata ketahuan ada ulatnya,” tambahnya.
Ke depan pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pekan depan, tim Satgas Bangkalan akan melakukan pembinaan ke semua kepala SPPG, ahli gizi, dan j pengawas di 16 dapur di Kota Salak.
”Kami akan melakukan pembinaan kepada semua kepala SPPG se-Bangkalan,” paparnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO