Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ajang Jakarta International Jazz Festival (JakJazz) 2025 tidak hanya fokus pada panggung musik jazz, namun juga memperluas visinya ke dunia pendidikan dengan meluncurkan program ”JakJazz Lab” mulai tahun 2026.
Festival Director Tommy Maulana dalam acara ”JakJazz Intimate Media Luncheon 2025” di Jakarta Selatan, Rabu (24/9), mengatakan ”JakJazz Lab” adalah program pasca-festival (post-event) yang dirancang sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
”Saat ini, program ini telah menarik minat dua sekolah swasta, salah satunya di Gading Serpong dan sedang berupaya untuk berkolaborasi dengan sekolah negeri di lima wilayah DKI Jakarta,” kata Tommy.
Program itu memiliki misi untuk membina dan menginspirasi siswa, di mana seni tidak harus melulu tentang menjadi musisi profesional.
Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan dalam pola pikir siswa melalui seni.
”Harapannya ekstrakurikuler ini bisa membina, menginspirasi. Mereka enggak harus jadi musisi kok, tapi membuat balance di dalam pemikiran,” kata Tommy.
JakJazz juga menggandeng institusi kreatif di luar musik untuk program ini. Bocorannya, akan ada loka karya yang membahas keterkaitan antara musik jazz dengan bidang lain seperti film dan animasi.
”Enggak banyak yang tahu ya bahwa semua kreatif itu ’relate’ kepada hal yang lain,” jelas Tommy.
Ia mencontohkan bagaimana karya seorang musisi zaman dulu sering melibatkan desainer grafis dan ilustrator untuk sampul album.
Dengan menggandeng berbagai pihak, ”JakJazz Lab” diharapkan dapat menarik minat siswa, sehingga program ini menjadi bagian dari kurikulum ekstrakurikuler yang dapat mereka pilih secara bebas.
Langkah ini menjadi wujud nyata JakJazz dalam membangun ekosistem kreatif yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY