Buka konten ini

NEW YORK (BP) – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, secara resmi menyerukan agar Palestina diterima sebagai negara anggota penuh PBB. Pernyataan itu disampaikan Wang di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (23/9).
Wang menekankan bahwa pengakuan Palestina adalah langkah krusial untuk mengoreksi ketidakadilan historis yang dialami rakyat Palestina selama hampir 80 tahun. Pernyataan itu sejalan dengan posisi Tiongkok sejak 2023 ketika Presiden Xi Jinping menyatakan dukungan untuk keanggotaan penuh Palestina dan pada April 2024 saat Negeri Tirai Bambu memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang diblokir AS.
Butuh Tanpa Veto
Seperti dilansir dari Associated Press, Palestina masih berstatus negara pengamat non-anggota sejak 2012. Status yang memperbolehkan Palestina untuk berpartisipasi dalam sidang-sidang majelis umum, mengajukan proposal, dan terlibat dalam komite-komite PBB, tetapi tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
Untuk menjadi keanggotaan penuh, Palestina memerlukan dukungan 9 suara dari 15 negara anggota DK PBB, termasuk tanpa veto dari 5 anggota tetap (Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, AS), dan persetujuan 2/3 majelis umum.
Pada April 2024, AS telah memveto dengan alasan sebuah negara Palestina harus lahir dari negosiasi langsung dengan Israel. Di sisi lain, saat ini 156 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui kenegaraan Palestina. Prancis, Monako, Luksemburg, dan Malta menjadi empat negara terbaru yang mengakui Palestina sampai berita ini ditulis.
Implementasi Solusi Dua Negara
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, menyampaikan sikap resmi Uni Eropa untuk implementasi solusi dua negara di markas PBB kemarin.
”Tidak ada jalan lain kecuali solusi dua negara. Negara Israel yang aman dan diakui, dan negara Palestina yang merdeka, demokratis, serta layak huni. Mereka hidup berdampingan secara damai,” tuturnya. Hal itu mengingat sudah berdirinya permukiman Israel di Tepi Barat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO