Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penyanyi pop asal Inggris, Dua Lipa, dikabarkan telah memutuskan hubungan kerja dengan agennya, David Levy, karena perbedaan pandangan terkait isu Palestina.
Menurut laporan The Mail on Sunday (23/9), Levy merupakan penandatangan surat yang mendesak pihak penyelenggara festival Glastonbury untuk membatalkan penampilan grup rapper pro-Palestina, Kneecap.
Surat yang ditujukan kepada pendiri festival, Michael Eavis dan putrinya Emily, awalnya bersifat rahasia. Surat itu kemudian bocor ke publik dan diketahui oleh artis lainnya.
Sumber dari industri musik menyebutkan bahwa Dua Lipa telah meminta agar Levy tidak lagi terlibat dalam proyek musiknya.
Meski begitu, Dua Lipa masih berada di bawah agensi yang sama, William Morris Endeavor (WME), namun kini diwakili oleh agen lain.
Penyanyi yang memiliki darah Kosovo ini memang dikenal sebagai pendukung vokal perjuangan rakyat Palestina. Pada Mei 2024 dalam sebuah unggahan Instagram, ia menyebut tindakan militer Israel di Gaza sebagai ”genosida”.
Dua Lipa juga pernah bergabung dengan 300 lebih pesohor yang menentang keterlibatan Inggris di Gaza. Dilansir dari Sky News (23/9), Dua Lipa merupakan salah satu penanda tangan surat terbuka yang mendesak Pemerintah Inggris untuk berhenti memasok senjata ke Israel.
Terlepas dari kontroversi yang melibatkan Levy, grup Kneecap tetap tampil di Glastonbury. Sementara itu, grup musik asal Bristol, Massive Attack, juga memutuskan hubungan kerja dengan Levy karena alasan serupa. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY