Buka konten ini


PARIS (BP) – Klub juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) merasakan dua momen yang berbanding 180 derajat kemarin (23/9). Di Theatre du Chatelet, Paris, PSG merayakan kemenangan Ousmane Dembele dalam Ballon d’Or. Akan tetapi, di Stade de Velodrome, kandang Olympique de Marseille, PSG harus takluk 0-1 oleh seterunya di Le Classique tersebut.
Selain Dembele sebagai pesepak bola pria terbaik, PSG memenangi beberapa penghargaan terbaik lainnya dalam Ballon d’Or.
Antara lain entraineur Luis Enrique sebagai pelatih terbaik. PSG yang musim lalu merebut quadruple (selain Liga Champions juga Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions) ditahbiskan sebagai klub terbaik. Kiper PSG musim lalu yang musim ini pindah ke Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sukses menyabet Yashin Trophy.
Tergusur oleh AS Monaco
Sementara di Stade de Velodrome, PSG dipecundangi lewat gol semata wayang bek Nayef Aguerd pada menit kelima. Kekalahan itu yang pertama dialami PSG dalam Le Classique sejak pandemi Covid-19. Kali terakhir PSG keok adalah pada journee ketiga Ligue 1 2020–2021 atau lima tahun lalu.
Kekalahan pertama PSG musim ini juga membuat Marquinhos dkk resmi kehilangan puncak klasemen Ligue 1. Klub berjuluk Les Parisiens itu disalip AS Monaco. Meski sama-sama memiliki 12 poin dan diferensiasi gol surplus 6, AS Monaco unggul dalam agresivitas gol (memasukkan 13 gol berbanding memasukkan 10 gol).
”Penting bagi kami untuk memenanginya (Ballon d’Or) dan kami senang di dalam pencapaian ini. Tetapi, kami tidak terlalu bahagia malam ini (kemarin, red) setelah hasil di Le Classique,’’ tutur gelandang PSG Vitinha dilansir dari RMC Sport.
Dembele dalam pernyataannya setelah memenangi Ballon d’Or konfiden PSG akan kembali ke trek terbaiknya lagi. Menurut wide attacker yang bisa bermain sebagai false nine tersebut, merasakan kekalahan juga penting sebagai pemantik kebangkitan.
”Kami beruntung punya pelatih seperti Enrique (yang bisa memotivasi anak asuhnya). Kami tim yang masih muda, masih punya banyak motivasi, dan ingin kembali menjadi raja di Eropa,’’ tutur Dembele dikutip dari AFP.
’’Kami pantas mendapatkan kekalahan ini. Kekalahan di Ligue 1 selalu rumit. Tetapi, kami harus terus berjuang karena kami adalah tim juara,’’ sahut Enrique di laman resmi klub. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG