Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pertamina mulai menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke Kecamatan Tambelan untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi beberapa pekan terakhir. Sebanyak 15 ton Pertamax sudah masuk pada Rabu lalu.
“Alhamdulillah, kemarin sudah disalurkan 15 ton Pertamax,” ujar Camat Tambelan, Asmawi, Senin (22/9).
Menurut Asmawi, langkah ini merupakan penanganan jangka pendek. Pasokan BBM ke Tambelan memang dilakukan bertahap karena kebutuhan bulanan mencapai 35–40 ton, sementara kapasitas kapal milik National Perosz tidak memungkinkan mengangkut sekaligus.
“Karena keterbatasan kapasitas kapal, pengiriman 40 ton tidak bisa sekaligus. Jadi dilakukan bertahap dari Kalimantan,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Tambelan masih menunggu penetapan subpenyalur resmi. Dengan begitu, diharapkan Pertamina bisa menyalurkan BBM jenis Pertalite secara rutin.
“Harapannya setelah ada subpenyalur resmi, Pertamina bisa menyediakan kuota Pertalite di Tambelan,” tambahnya.
Asmawi menyebut pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan sudah menyepakati harga eceran tertinggi (HET). Dari Pertamina ke subpenyalur ditetapkan Rp12.800 per liter. Subpenyalur ke pengecer Rp13.800, dan pengecer ke konsumen Rp14.800 per liter.
Untuk botol ukuran 1,5 liter, harga dipatok Rp22.500, turun drastis dari sebelumnya yang bisa mencapai Rp25.000 untuk Pertalite dan Rp28.000 untuk Pertamax.
“Alhamdulillah, warga sangat senang dengan harga saat ini. Lebih terjangkau dan terkendali,” ucapnya.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan suplai dari Kalimantan Barat masih menjadi solusi jangka pendek.
“BBM untuk Tambelan sementara kita suplai dari Kalimantan, sambil kita lihat bagaimana langkah berikutnya,” kata Roby. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO