Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) IV Tanjungpinang menggelar pementasan Mak Yong Warisan Dunia di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Senin (22/9).
Kepala BPKW IV Tanjungpinang, Jumhari, menyebut pementasan ini bertujuan menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus memberikan apresiasi terhadap kekayaan warisan budaya Melayu.
“Mak Yong harus terus dipentaskan agar masyarakat bisa melihat, merasakan, dan menghargai seni ini. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya bisa tumbuh,” ujar Jumhari.
Ia menambahkan, upaya ini juga menjadi wujud kerja sama budaya antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus melindungi tradisi Mak Yong dari ancaman kemunduran akibat perubahan zaman dan minimnya regenerasi seniman.
Staf Ahli Pemerintahan, Marzul Hendri, menjelaskan bahwa Mak Yong adalah seni teater tradisional Melayu yang memadukan ritual, tarian, nyanyian, musik, serta cerita yang disampaikan melalui dialog dan gerakan.
Menurutnya, pementasan ini penting untuk memberi ruang bagi generasi muda mengenal dan mengapresiasi teater tradisional. “Sebagai masyarakat Melayu Kepri, kita harus bangga karena Mak Yong sudah diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda,” katanya.
Marzul juga menegaskan, Mak Yong tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi sarat nilai persaudaraan, kekeluargaan, dan penghormatan antarsesama mencerminkan identitas budaya dan sejarah masyarakat Melayu. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO