Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp2,78 miliar sepanjang 2025. Dana itu menopang permodalan 25 pelaku usaha mikro dan satu koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menyebut penyaluran dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan validasi.
“Per September 2025 ada 26 penerima pinjaman, yakni 25 pelaku usaha mikro dan satu koperasi, dengan total Rp2,78 miliar. Jumlah ini masih terus bertambah,” ujarnya, Minggu (21/9).
Tahun ini Pemko Batam menyiapkan alokasi dana bergulir sebesar Rp11 miliar. Namun, realisasi diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun lalu, sekitar Rp5–6 miliar.
“Anggarannya Rp11 miliar, tapi kemungkinan realisasinya mirip dengan tahun kemarin, di kisaran Rp5–6 miliar,” tambah Salim.
Para penerima pinjaman bergerak di berbagai sektor, mulai perdagangan hingga jasa skala mikro. Beberapa di antaranya mengelola usaha kuliner rumahan, jasa laundry, hingga pangkalan gas.
“Usaha mikro punya potensi berkembang jika mendapat tambahan modal. Karena itu, program dana bergulir sangat strategis untuk menopang pertumbuhan mereka,” jelasnya.
Skema pinjaman yang ditawarkan cukup ringan. Pelaku usaha dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan bunga flat 4 persen per tahun dan tenor maksimal lima tahun. Skema ini berlaku bagi usaha mikro maupun koperasi.
“Bunga ini jauh lebih rendah dibandingkan konvensional. Harapannya, pelaku usaha terbantu untuk mengembangkan usahanya, bukan terbebani,” tegasnya.
Untuk jaminan, Pemko Batam kini juga menerima sertifikat elektronik selain sertifikat tanah dan bangunan. Opsi ini menyesuaikan dengan digitalisasi layanan sekaligus memperkuat kepastian hukum.
“Dengan sertifikat elektronik, proses bisa lebih efisien tanpa mengurangi legalitas,” imbuhnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK