Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Tujuh tahun berturut-turut (2018-2024) Indonesia jadi negara paling dermawan di dunia. Saling berbagi sudah menjadi budaya di Indonesia. Dari kebiasaan saling berbagi tersebut, berhasil mengentaskan kemiskinan untuk dua juta masyarakat Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Zakat & Wakaf Fun Walk di Jakarta (21/9). Dia menyebutkan bahwa tradisi berbagi umat Islam di Indonesia, telah berhasil membebaskan dua juta masyarakat dari kemiskinan.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu mengatakan, tradisi berbagi yang menjadi ciri khas umat Islam berpotensi membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak di Indonesia. Menurut dia penguatan pengelolaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah dapat mengurangi ketergantungan umat kepada pemerintah serta mendorong kemandirian ekonomi.
“Untuk membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak yang 90 persen di antaranya umat Islam, hanya dibutuhkan Rp 20 triliun jika pengelolaan zakat dan wakaf berjalan optimal,” ujar Nasaruddin. Dia menjelaskan, siklus peredaran dana melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi upaya peningkatan gizi masyarakat secara tidak langsung.
Nasaruddin mencontohkan zakat yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp 41 triliun tahun 2025 dari potensi Rp327 triliun. “Hari ini kita membuktikan bahwa umat Islam senang berbagi,” katanya.
Dia mengatakan agama apa pun juga mendorong saling berbagi. Khusus dalam Islam, banyak sekali pundi-pundi keumatan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan lainnya.
Menurut Nasaruddin, negara-negara lain memiliki praktik pengelolaan wakaf yang lebih maju. Di Kuwait, misalnya, setiap pembayaran zakat rata-rata disisihkan lima persen untuk wakaf. Skema serupa dapat diterapkan di Indonesia dengan menyisipkan sebagian kecil dana wakaf tunai pada pembayaran tol, listrik, atau air.
“Kalau praktik ini dilakukan, umat Islam akan memiliki dana tunai yang sangat besar dalam waktu singkat,” ucapnya.
Nasaruddin mengungkapkan, penguatan zakat, wakaf, infak, dan sedekah akan melahirkan umat yang berdaya sehingga ketergantungan terhadap negara berkurang. Melalui kegiatan Zakat & Wakaf Funwalk itu, Kemenag berupaya mengurangi sedikit ketergantungan umat kepada pemerintah, termasuk kepada pengusaha.
ZaWa Funwalk 2025 digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama sebagai rangkaian Blissful Mawlid 1447 Hijriah.
Sebanyak 1.445 peserta memadati Jalan MH Thamrin, mengikuti jalan santai yang dimulai dari Gedung Kemenag Thamrin, melewati Halte Bundaran HI, dan kembali ke titik awal. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO