Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Belakangan informasi soal uang kuliah tunggal (UKT) jadi perbincangan. Pasalnya sejumlah kampus menaikkan besaran UKT. Kabar baik untuk 153 orang mahasiswa yang terpilih menerima beasiswa dari dana zakat.
Beasiswa senilai Rp16 miliar lebih itu bernama Beasiswa Zakat Indonesia. Penyerahan beasiswa dari dana zakat itu dilaksanakan di Jakarta (21/9) oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag. Selain penyerahan beasiswa kuliah, juga diresmikan 35 titik Kampung Zakat di sejumlah daerah.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, penyerahan beasiswa tersebut merupakan hasil sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan 18 Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala nasional. Program itu bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Beasiswa ini adalah bukti nyata pemanfaatan zakat untuk pemberdayaan pendidikan,” kata Abu dalam Zakat & Wakaf Funwalk di Jakarta (21/9). Mereka ingin generasi muda memiliki kesempatan menyelesaikan studi dan menjadi agen perubahan di masyarakat.
Abu menjelaskan, zakat harus dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, katanya, zakat bisa menjadi instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
“Kami berharap penerima beasiswa ini bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan memberi kontribusi positif di lingkungan masing-masing,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Kemenag juga meresmikan 35 titik Kampung Zakat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian ini dilakukan secara simbolis di sela kegiatan Zakay & Wakaf Funwalk.
Abu menjelaskan, Kampung Zakat dikelola melalui sinergi APBN dengan kemitraan multipemangku kepentingan. Termasuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. “Program ini menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat dan wakaf,” tuturnya.
Abu mengatakan Kemenag ingin Kampung Zakat menjadi contoh nyata pemanfaatan dana zakat untuk kemandirian ekonomi umat. Dia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan program zakat dan wakaf. Keterlibatan pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat diharapkan mempercepat penguatan ekonomi umat.
“Kami mengajak masyarakat untuk semakin peduli dan aktif dalam gerakan zakat dan wakaf,” tandasnya. Karena jika semakin banyak yang terlibat, maka semakin besar pula dampak yang dirasakan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO