





Sepekan terakhir, Batam kembali diramaikan berbagai peristiwa penting yang menyentuh kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan keamanan warga.
Para pengemudi menuntut kejelasan tarif dan perlindungan hukum. Pemerintah kota dan aplikator menampung aspirasi untuk mencari solusi yang adil. Sepekan ini juga diwarnai aksi unjuk rasa oleh driver ojek online. Para pengemudi menuntut kejelasan tarif, fasilitas transportasi, dan perlindungan hukum terkait keamanan mereka. Pemerintah kota dan perwakilan aplikator telah melakukan pertemuan untuk menampung aspirasi dan mencari solusi yang adil bagi seluruh pihak.
Selanjutnya, warga Batuaji dan Sagulung dibuat resah akibat gangguan distribusi air bersih. Perbaikan pipa utama berdiameter 600 milimeter milik Air Batam Hilir (ABH) di Simpang Base Camp menyebabkan aliran air mengecil bahkan sempat terhenti. Meski perbaikan rampung Rabu siang, sejumlah warga tetap mengeluhkan pasokan yang belum normal. ABH menyiagakan mobil tangki sebagai langkah antisipasi.
Kemudian, sejumlah pedagang di pasar tradisional melaporkan kenaikan harga cabai dan sayur, dipicu musim hujan yang memengaruhi pasokan. Warga berharap pemerintah menstabilkan harga agar kebutuhan pangan tetap terjangkau.
Di sisi lain, kasus kesehatan juga menjadi sorotan. Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merebak, khususnya di kawasan Marina, Batuaji, dan Sagulung. RSUD Embung Fatimah melaporkan puluhan pasien harus menjalani perawatan, mayoritas anak-anak usia sekolah dasar. Warga mendesak pemerintah untuk melakukan fogging dan intensifikasi pencegahan, mengingat genangan air di musim hujan memicu penyebaran nyamuk aedes aegypti.
Sementara itu, Pulau Buluh mencuri perhatian publik karena menjadi role model Koperasi Merah Putih (KMP). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan gerai koperasi yang mendapat dukungan Himbara dan beberapa perusahaan swasta. KMP Pulau Buluh diharapkan tidak hanya menjadi sub-pangkalan LPG dan penyedia sembako, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat pulau.
Pemko Batam melakukan perbaikan jalan di Jalan Raja Isa, Batam Center. Pengerjaan ditujukan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk, serta mencegah kerusakan lebih lanjut akibat hujan dan kendaraan berat. Warga diminta bersabar karena pekerjaan ini berdampak pada rekayasa lalu lintas sementara.
Lalu lintas di Batam masih menjadi pekerjaan rumah. Minimnya rambu dan rendahnya disiplin pengendara memicu tingginya angka kecelakaan. Polda Kepri berencana menambah rambu peringatan dan memperketat pengawasan kelayakan kendaraan agar keselamatan jalan tetap terjaga.
Kasus kriminal tetap menjadi perhatian. Di Batuaji, seorang pria ditangkap karena mencabuli anak tetangga berusia 4 tahun. Pelaku dijerat Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hingga 15 tahun penjara. Di Batuampar, seorang penghuni kos ditangkap karena memasang CCTV mini di kamar mandi, kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana pornografi.
Sepekan ini menjadi cerminan Batam yang terus bergerak, menghadapi tantangan layanan publik, kesehatan, harga kebutuhan pokok, dan keamanan. Sinergi antara warga, pemerintah, dan aparat tetap menjadi kunci menjaga kota tetap aman, produktif, dan layak huni. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM