Di usia yang bagi banyak orang masih fokus menata karier, Nanda Hervina Widowati sudah mencetak pencapaian yang membuat banyak orang terpukau. Pada umur 24 tahun, ia berhasil membeli rumah dan ruko dari hasil kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan orangtua.
“Saya membeli rumah pertama pada usia 24 tahun dari hasil bisnis ini, tanpa bantuan orangtua. Saya mencicil selama lima tahun dan bahkan membeli ruko untuk usaha,” ungkapan pertama sekali saat Nanda saat ditemui di Malang beberapa waktu lalu.
Perempuan kelahiran Malang, 19 Desember 1988 ini mengaku mulai meniti perjalanan usahanya menjadi distributor Herbalife sejak usia 18 tahun. Saat itu, ia masih duduk di bangku kuliah Jurusan Ekonomi Universitas Brawijaya.
Sambil menimba ilmu, Nanda mengambil pekerjaan paruh waktu meski awalnya sekadar untuk menambah uang saku.
“Saat itu saya membayar uang kuliah sendiri. Saya berpikir, belajar tidak ada artinya jika tidak punya penghasilan,” katanya.
Awalnya, Nanda memasarkan produk Herbalife langsung kepada teman-teman kuliahnya. Pada masa itu, media sosial belum berkembang pesat, sehingga ia harus berhadapan langsung dengan calon pelanggan. Tantangan ini justru melatih kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun hubungan baik. Lambat laun, pendapatannya semakin stabil dan cukup untuk membiayai semua kebutuhannya. Bagi Nanda, kemandirian finansial adalah fondasi penting, terutama bagi perempuan. “Bisnis ini awalnya paruh waktu, tapi alhamdulillah pendapatannya cukup besar,” paparnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola penghasilan sendiri memberinya rasa percaya diri dan kebebasan dalam menentukan jalan hidup.
Tantangan semakin besar ketika ia harus menjalani peran sebagai single parent. Namun, dukungan dari lingkungan bisnis yang ia bangun membuatnya tetap bisa menjaga keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan kesehatan.
“Menjadi ibu tunggal bukan masalah karena saya mendapat pengembangan diri dari sini. Saya merasa diberdayakan. Ini seperti jawaban dan solusi bagi saya,” jelasnya.
Dalam bisnis ini, Nanda mengaku tak hanya fokus pada usaha pribadi, tetapi juga membangun komunitas gaya hidup sehat di Malang. Sejak 2016, ia mengelola empat Nutrition Club atau ‘Kafe Sehat’ yang kini menaungi sekitar 3.000 anggota.
“Setiap hari kami menawarkan olahraga gratis dan menyediakan nutrition shake sehat. Banyak anak muda tertarik membuka bisnis seperti ini karena konsepnya berkelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, Nanda punya mimpi yang lebih besar: menambah 20 klub baru di Malang tahun ini.
“Target saya adalah punya klub di setiap persimpangan jalan di Malang. Saya ingin membantu anak muda sehat dan punya peluang bisnis. Beberapa mahasiswa di tim saya kini sudah bisa menabung, mendapat penghasilan, bahkan membuka klub sendiri,” ujarnya.
Dengan 80% timnya adalah perempuan muda, Nanda percaya pemberdayaan generasi muda bisa dimulai dari lingkungan kecil.
“Di sini ada komunitas, pemimpin, dan mentor yang membimbing. Saya merasa nyaman dan tidak pernah kehilangan ‘GPS’ saat menjalankan bisnis ini,” tegasnya.
Nanda adalah bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki aset dan kemandirian. Dengan kerja keras, konsistensi, dan kemauan belajar, mimpi yang tampak jauh sekalipun bisa dicapai lebih cepat dari yang dibayangkan. (***)