Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Pergantian kebijakan fiskal yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dianggap membawa angin segar. Ekonom pun mengajak para pengusaha ikut berlari bersama dengan kebijakan tersebut. Pelaku usaha pun disarankan fokus pada pasar domestik daripada mencoba ekspansi ke luar negeri.
Ekonom Senior Indef Aviliani menjelaskan, kebijakan fiskal yang dikeluarkan Menkeu Purbaya akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi tanah air.
Bukan hanya suntikan dana Rp200 triliun ke perbankan, rencana meningkatkan belanja negara juga dianggap bisa memberikan multiplier effect untuk menggairahkan ekonomi.
’’Memang efek kebijakan itu akan tergantung seberapa cepat pemangku kepentingan memberlakukannya. Namun, yang paling penting ada harapan. Harapan ini seharusnya bisa menjadi katalis pertumbuhan aktivitas usaha,’’ jelasnya saat UOB Mid-Year Market Outlook di Surabaya Kamis (18/9) malam.
Dengan kondisi saat ini, Aviliani optimistis bahwa pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) bisa mencapai lima persen. Harapannya dengan suntikan dana Rp200 triliun ke perbankan bisa memberikan bunga kredit murah. “Pasar kredit akan dibanjiri dengan dana murah,” imbuhnya.
Dia berharap, kesempatan tersebut bisa disambut oleh pelaku usaha riil. Saat ini, pelaku usaha memang harus menerapkan strategi inward looking alias mengutamakan pasar domestik.
Bukan hanya karena volatilitas ekonomi global, namun kebijakan itu hampir dilakukan semua negara.
“Termasuk negara adidaya, juga menerapkan kebijakan inward looking,” katanya.
Sementara itu, Chief Economist UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan bahwa ada empat pilar penopang pertumbuhan ekonomi RI. Yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah dan ekspor. Saat ini, dua pilar terbesar adalah konsumsi rumah tangga dan investasi.
Di sisi lain, ekspor mengalami tekanan oleh volatilitas pasar global. Oleh karena itu, dia setuju bahwa pengusaha Indonesia harus menavigasi usaha dengan mengandalkan pasar domestik. “Recovery pasar global butuh beberapa tahun lagi. Tapi, kekuatan pasar domestik saya rasa sangat bagus. Justru, kita harus berhati-hati saat Tiongkok tertekan dan mulai melakukan dumping ke negara lain seperti Indonesia,’’ bebernya.
Menurut Enrico, kebijakan yang dilakukan Menkeu Purbaya diperkirakan butuh enam sampai sembilan bulan hingga masyarakat bisa merasakan efek. Oleh jarena itu, dia berharap pelaku usaha dan investor bisa percaya bahwa dampak strategi pemerintah pada akhirnya bisa mendorong ekonomi.
Head of Wealth Advisory UOB Emillya Soesanto menambahkan, adanya ajang bersama nasabah prioritas, pelaku usaha di Jatim bisa memilih informasi yang tepat.
’’Dengan waktu yang tinggal tiga bulan, saya harap insight yang didapatkan hari ini bisa menutup tahun dengan baik. Sekaligus, menjadi modal untuk bergerak di awal tahun depan,’’ jelasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG