Buka konten ini

BATAMKOTA (BP) – Kasus pencabulan anak di Kota Batam kembali marak. Dalam sepekan terakhir, dua kasus terungkap di kawasan Batuaji dan Sagulung.
Di Batuaji, seorang bocah berusia 4 tahun menjadi korban pencabulan ayah dari teman sepermainannya. Sementara di Sagulung, remaja 15 tahun diperkosa pria yang baru dikenalnya selama dua bulan.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan perlunya peran orangtua dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. “Kami mengimbau orangtua dan keluarga untuk lebih mengawasi serta memberikan perlindungan anak-anak saat berada di tempat umum,” ujarnya, Kamis (18/9).
Zaenal juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan internet, khususnya ponsel. “Orangtua harus aktif memantau lingkungan pergaulan anak, sekaligus menjalin komunikasi dengan pihak sekolah dan tetangga,” katanya.
Sekretaris LPA Batam, Erry Syahrial, menambahkan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Batam terus meningkat sejak 2021. “Setiap tahun meningkat, ini sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.
Menurut Erry, tingginya kasus pencabulan dipengaruhi media sosial. “Pelaku kini mengincar korban lewat internet. Konten-konten di medsos merusak nilai moral yang sudah ditanamkan di rumah dan sekolah,” jelasnya.
Ia menilai, selain membatasi penggunaan ponsel, orangtua juga perlu membatasi pergaulan anak dengan orang yang lebih dewasa serta memberikan pemahaman tentang bahaya pergaulan bebas.
“Intinya kembali lagi ke keluarga, bagaimana pengawasan dan penanaman pemahaman kepada anak,” tutupnya. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : Ratna Irtatik