Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk mendapat inspeksi mendadak (sidak) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (19/9). Sidak dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa SPPG Air Asuk belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Tim sidak dipimpin langsung Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Anambas, Satrio Pratama. Satu per satu ruangan diperiksa, mulai gudang penyimpanan bahan makanan basah dan kering, dapur produksi, ruang penyimpanan ompreng, hingga area pencucian peralatan makan.
Hasilnya, sejumlah kekurangan ditemukan. Di antaranya, belum tersedianya keset kaki di area produksi, tidak adanya SOP tertulis, tabung pemadam api ringan (APAR) yang sudah kedaluwarsa, serta septic tank yang tidak memenuhi syarat karena limbah langsung dibuang ke laut. Sumber air bersih pun masih berasal dari sumur bor dan belum pernah diuji kualitasnya di laboratorium.
Sayangnya, tim tidak bisa melihat aktivitas produksi karena sidak dilakukan saat jam istirahat siang.
Menurut Satrio, sidak ini dilakukan untuk memastikan standar higiene dan sanitasi di SPPG Air Asuk benar-benar terpenuhi. “Sekalian kita lakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), yang juga syarat untuk mendapatkan SLHS,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi dan pembenahan harus segera dilakukan. “Kami minta dibuat alur masuk dapur dengan baik agar karyawan lebih tertib, dan makanan yang sudah siap tidak terlalu banyak berpindah tempat,” katanya.
Satrio juga menyoroti tim produksi yang belum memiliki sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP). “Ada tiga syarat utama untuk SLHS, yaitu PKP, IKL, dan SOP yang jelas. Kalau sudah lengkap, baru diajukan ke OSS di PTSP,” ujarnya.
Kepala SPPG Air Asuk, Jaya Saputra, menyambut baik sidak tersebut. Ia mengaku baru menjabat dan belum sepenuhnya memahami semua persyaratan administrasi maupun teknis. “Kami akan segera melengkapi semua kekurangan sesuai arahan Dinkes,” tegasnya.
Jaya menyebut, saat ini tim produksi SPPG menyiapkan 557 porsi makanan bergizi setiap hari. Menu itu disalurkan ke SMK Negeri 1, SMP Negeri 002 Air Asuk, SD Negeri 006 Liuk, dan SD Negeri 003 Air Sena.
“Anak-anak ini masa depan kita. Kami ingin memberi yang terbaik, walau dengan segala keterbatasan. Kami juga berharap masyarakat mendukung program ini agar anak-anak tetap bisa tersenyum menerima makanan sehat setiap hari,” ungkapnya.
Baginya, langkah perbaikan bukan sekadar memenuhi aturan, melainkan wujud komitmen menjaga tumbuh kembang anak sekolah di Air Asuk dan sekitarnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO