Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Suasana tegang sempat mewarnai kawasan Matak Base, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Jumat (19/9). Massa yang berunjuk rasa menuding perusahaan migas tak responsif terhadap tenaga kerja lokal. Situasi memanas hingga bentrok dengan aparat tak terhindarkan. Gas air mata dan bom molotov pun beterbangan.
Namun, itu bukan kejadian nyata. Kericuhan tersebut merupakan simulasi pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) yang digelar Polres Anambas bersama sejumlah instansi terkait.
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menegaskan latihan ini penting untuk mengasah kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Matak Base adalah objek vital nasional, pusat aktivitas swasembada energi yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto. Kami tentu berharap situasi seperti ini tidak benar-benar terjadi. Latihan ini hanya untuk memastikan kesiapan aparat dalam menjaga keamanan kawasan strategis di Anambas,” kata Kapolres Ngurah.
Dalam simulasi tersebut, sekitar 120 personel dikerahkan. Sebanyak 90 berasal dari Polres Anambas, dibantu Lanudal Mayak, dan Koramil Palmatak.
Dukungan penuh juga datang dari Medco Energi. Senior Manager Field Relations and Security Offshore Medco Energi, Ary Dwipermana, menyebut latihan ini penting sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga ketahanan energi nasional.
“Obvitnas harus mendapat perlindungan ekstra. Kami percaya komunikasi, negosiasi, dan koordinasi lintas instansi adalah kunci menjaga sinergi positif. Keamanan yang terjaga menjadi pondasi keberhasilan operasi migas di Anambas,” tegas Ary. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO