Buka konten ini

Foto: ROYAL THAI ARMY/AFP
PASUKAN Thailand dilaporkan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah ratusan warga Kamboja di perbatasan yang disengketakan, Rabu (17/9). Pemerintah Kamboja menyebut sedikitnya 30 orang terluka, termasuk seorang biksu dan seorang tentara.
Insiden terjadi di dua desa di Provinsi Banteay Meanchey, tempat puluhan keluarga Kamboja tinggal sejak lama. Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menuduh Thailand melakukan pengusiran paksa dan memperluas zona konflik dengan memasang kawat berduri dan barikade.
“Sebanyak 25 keluarga telah dihalangi dari rumah dan ladang mereka,” ungkap Hun Manet. Dia menyebut Thailand berencana merebut wilayah di 17 titik lain sepanjang perbatasan dan meminta ASEAN menekan Thailand agar menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.
Militer Thailand membantah tuduhan tersebut. Mereka menyebut warga Kamboja telah menduduki wilayah Thailand secara ilegal dan membawa senjata darurat saat bentrokan terjadi. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO