Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Meski sudah ada aturan larangan, masih banyak pelajar di Batam yang kedapatan membawa sepeda motor ke sekolah. Kondisi ini dinilai berbahaya, karena sebagian besar dari mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan belum layak mengendarai kendaraan bermotor.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi anak-anaknya.
“Ini juga peran orang tua. Jangan hanya menuntut guru, kepala sekolah, dan Disdik. Orang tua juga harus ikut mengontrol,” ujarnya, Selasa (16/9).
Hendri menekankan, pelajar yang belum memiliki SIM sebaiknya tidak dibiarkan mengendarai motor. Apalagi saat ini sudah tersedia banyak pilihan transportasi alternatif.
“Kalau bisa janganlah. Arahkan anak-anak menggunakan transportasi lain. Sekarang kan banyak, bisa naik ojek online dan sebagainya. Kalau anak-anak dilepas berkendara sendiri, pertama mereka belum punya SIM, kedua mungkin saja baru belajar bawa motor. Kalau gugup di jalan, salah rem, atau panik menarik gas, itu sangat berbahaya,” jelasnya.
Menurut Hendri, kerja sama orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak membawa kendaraan sendiri ke sekolah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disdik telah mengeluarkan surat edaran larangan membawa kendaraan roda dua maupun roda empat bagi peserta didik.
Edaran Nomor 6947/100.3.4.3/XI/2023 itu mulai berlaku sejak Jumat (1/12/2023).
Surat edaran tersebut bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta memastikan keselamatan pelajar.
Beberapa poin penting di antaranya melarang peserta didik membawa kendaraan bermotor bagi yang belum memiliki SIM.
Kepala sekolah dan guru juga diminta melakukan pengawasan serta bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat. Pelanggaran atas ketentuan ini akan dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
“Kita himbau edaran ini jadi perhatian bersama. Laksanakan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab demi keselamatan anak-anak kita,” pungkas Hendri. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Muhammad Nur