Buka konten ini

SHENZHEN (BP) – Ganda putra baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali sukses mengalahkan Liang Weikeng/Wang Chang saat bermain di kandang lawan. Setelah di semifinal BWF Super 1000 China Open (26/7), Fajar/Fikri mengulanginya di babak 16 besar BWF Super 750 China Masters, Minggu (18/9).
Berhadapan di Shenzen Arena, Fajar/Fikri menang rubber game (16-21, 21-15, 21-18). ”Pertandingan yang cukup melelahkan dan luar biasa. Liang/Wang didukung satu arena, tetapi kami tidak mau menyerah. Kami terus melakukan yang terbaik,” ungkap Fajar setelah pertandingan.
Fajar menegaskan bahwa ada keinginan untuk mengulang kemenangan di China Open. ”Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa bersaing dengan pasangan-pasangan top,” tutur mantan pasa-ngan Rian Ardianto tersebut.
Fikri menambahkan, pada game pertama sedikit kaget dengan permainan depan Wang yang lebih berani dan sangat baik.
Fikri yang lebih sering bermain di depan baru bisa mengatasiya dan memegang kendali permainan pada game kedua dan ketiga.
”Beruntung saya punya pelatih dan Fajar yang selalu percaya kepada kemampuan saya. Akhirnya, pada dua game berikutnya, saya bisa mengatasinya dengan upaya semaksimal mungkin,” bebernya.
Siap Balas Ganda Malaysia
Di babak berikutnya atau perempat final, Fajar/Fikri akan menghadapi ganda Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang lolos dari ganda Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (21-16, 22-20).
Fajar/Fikri pernah takluk dari Goh/Nur di perempat final Japan Open (18/7). Di turnamen BWF Super 750 itulah Fajar/Fikri kali pertama berduet. ”Tentu saja ingin revans. Kami harus lebih percaya diri, lebih siap lagi,” ucap Fikri.
Dari sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu terhenti di 16 besar, kemarin. Jafar/Felisha gagal revans dan harus mengakui keunggulan duo Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (13-21, 21-13, 16-21).
”Lagi-lagi kami masih belum bisa mengalahkan mereka. Secara permainan juga tidak ada perubahan yang signifikan dari pertemuan terakhir. Masih banyak yang harus ditingkatkan,” ungkap Felisha.
Dia mengakui lawan memiliki konsistensi permainan yang bagus. ”Kami masih jauh dari mereka. Cara mengatasi tekanan dalam permainan, kami harus terus belajar,” kata Felisha.
Jafar menambahkan, dia kurang berani dalam mengeksekusi pola permainan yang sudah disiapkan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG