Buka konten ini

ARLINGTON (BP) – Menteri Perang AS, Pete Hegseth, telah memerintahkan personel militer AS untuk mengadopsi standar perawatan baru yang melarang jenggot dan jenis rambut wajah lainnya. Kebijakan tersebut merupakan rencana Hegseth untuk menanamkan ”etos prajurit” dalam militer AS.
”Standar perawatan yang ditetapkan oleh militer AS adalah bercukur bersih dan berpenampilan rapi untuk penampilan militer yang pantas,” begitu nota kesepakatan yang dirilis oleh Kementerian Perang atau biasa disebut Pentagon seperti dilansir Force News.
Ada Keringanan Bercukur
Meski begitu, personel militer dapat mengajukan permohonan keringanan bercukur dengan alasan. Menurut American Osteopathic College of Dermatology, hampir 60 persen pria AS mengalami masalah kulit kronis akibat bercukur. Benjolan akibat pisau cukur, yang dikenal sebagai pseudofolliculitis barbae, adalah kondisi umum pada area jenggot yang dapat menyebabkan jaringan parut.
”Komandan unit akan memulai pemisahan anggota layanan yang memerlukan keringanan bercukur setelah lebih dari satu tahun menjalani perawatan medis,” demikian bunyi memorandum tersebut.
Diizinkan di Inggris
Berkebalikan dengan militer AS, militer di Inggris diizinkan memelihara jenggot. Angkatan Darat menjadi angkatan terakhir yang mencabut larangan pada tahun lalu. Menyusul RAF (Angkatan Udara Inggris) dan Angkatan Laut yang telah lama mengizinkan jenggot. ”Meski dapat menumbuhkan jenggot, tetapi jenggot harus dijaga kerapiannya dan dirawat dengan baik,” tulis The Sun. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO