Buka konten ini

NEW YORK (BP) – Seruan peningkatan keamanan bagi Elon Musk kembali mengemuka setelah insiden penembakan yang menewaskan aktivis politik Charlie Kirk pekan lalu (10/9). Para pemegang saham Tesla menilai perlindungan terhadap CEO sekaligus orang terkaya dunia itu belum sebanding dengan risiko yang dihadapinya, terutama setelah intensitas ancaman terhadap dirinya meningkat.
Melansir Benzinga kemarin (17/9), Alexandra Merz, investor sekaligus aktivis pemegang saham Tesla yang dikenal di media sosial dengan nama @TeslaBoomerMama, secara terbuka mendesak dewan direksi untuk meningkatkan anggaran keamanan Musk.
”Tesla dan dewan, tolong tingkatkan pengamanan ini secara signifikan. Kami sudah mengirim surat kepada dewan lebih dari setahun lalu,” tulis Merz di platform X.
Musk kemudian merespons langsung permintaan tersebut dengan menekankan urgensi pengamanan.
“Memang perlu ditingkatkan,” ujarnya dalam balasan di platform X.
Biaya Pengamanan Rp 3,8 M Per Bulan
Data yang dibagikan Merz menunjukkan Tesla mengalokasikan sekitar 3,3 juta dolar AS atau sekitar Rp54,6 miliar (mengacu kurs Rp16.410 per dolar AS) untuk keamanan Musk sepanjang Januari 2024 hingga Februari 2025. Itu berarti setara dengan Rp3,8 miliar per bulan. Angka itu meningkat dari 2,9 juta dolar AS, yang jika dikonversi setara Rp48 miliar, pada periode sebelumnya.
Tujuh Kali Lipat Lebih Kecil Dibandingkan Zuckerberg
Namun, pengeluaran tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan Meta Platforms. Perusahaan induk Facebook itu menghabiskan sekitar 23,4 juta dolar AS (sekitar Rp384 miliar) untuk melindungi CEO Mark Zuckerberg pada tahun lalu. Dengan kata lain, tujuh kali lipat lebih banyak dari anggaran Tesla bagi Musk.
Sebagai perbandingan, Apple hanya menghabiskan sekitar 820 ribu dolar AS (sekitar Rp13,4 miliar) per tahun untuk keamanan CEO Tim Cook, sedangkan Amazon mengalokasikan 1,6 juta dolar AS (sekitar Rp26,2 miliar) untuk Jeff Bezos.
Tersangka Pembunuhan
Sementara itu, otoritas Utah menetapkan Tyler Robinson sebagai tersangka pembunuhan Kirk. Dia ditahan tanpa jaminan atas dakwaan pembunuhan berencana setelah seorang anggota keluarganya melapor ke pihak berwenang. Gubernur Utah Spencer Cox membenarkan bahwa informasi dari lingkaran keluarga Robinson menjadi kunci penyelidikan awal. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO