Buka konten ini

BINTAN (BP) – Hari pertama pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam ke sejumlah sekolah di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Rabu (17/9), belum berjalan mulus. Sejumlah sekolah melaporkan adanya keterlambatan pengantaran makanan.
SDN 006 Seri Kuala Lobam di Kampung Sukadamai, Desa Teluk Sasah, menjadi salah satu sekolah yang terdampak. Kepala sekolah, Humam Mukti, menyebut distribusi makanan untuk siswa kelas I–III seharusnya tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, makanan baru sampai sekitar pukul 11.40 WIB. “Ini hari pertama pendistribusian. Karena terlambat, orang tua yang menunggu anaknya makan jadi kesal. Ada juga yang akhirnya memilih langsung pulang,” ujarnya.
Keterlambatan serupa terjadi untuk siswa kelas IV–VI. Menurut jadwal, mereka seharusnya makan siang sebelum pulang pukul 13.30 WIB. Namun hingga menjelang jam pulang, makanan belum juga datang. Humam berharap kejadian ini tidak terulang karena banyak orang tua yang juga memiliki kesibukan lain.
Meski begitu, para siswa tetap antusias menyantap menu MBG yang disediakan. “Alhamdulillah enak, rata-rata anak-anak menghabiskan makanannya,” kata Humam.
Kondisi serupa dialami SDN 005 Seri Kuala Lobam di Kelurahan Tanjungpermai. Kepala sekolah, Zaharatul Aini, mengakui distribusi makanan datang agak terlambat. Namun, ia bersyukur program tetap berjalan baik.
“Alhamdulillah meski terlambat, semua lancar. Anak-anak juga senang dengan menu yang diberikan,” katanya. Ia berharap program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini bisa terus berlanjut.
Salah satu siswa, Atala, mengaku menyukai makanan yang disajikan. “Menunya enak, ada ayam, tahu, sayur, dan buah semangka,” ucapnya polos.
Kepala SPPG Seri Kuala Lobam, Gilang R. Aji, menjelaskan keterlambatan terjadi karena faktor manajemen waktu relawan yang masih beradaptasi pada hari pertama. Kondisi cuaca juga ikut memengaruhi.
“Kami harus berpacu dengan waktu karena ada sekolah yang hampir pulang. Jadi distribusi diprioritaskan ke sekolah-sekolah tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, evaluasi segera dilakukan agar pendistribusian berikutnya bisa lebih tepat waktu. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO