Buka konten ini

SHENZHEN (BP) – Dua ganda baru kesulitan saat tampil di China Masters yang berlangsung di Shenzhen Arena, Shenzhen, Tiongkok, Selasa (16/9). Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari harus mengakui unggulan pertama asal tuan rumah Liu Sheng Shu/Tan Ning (11-21, 16-21). Lalu, ganda putra baru Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan ditundukkan unggulan ketiga asal Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (21-12, 11-21, 20-22).
Lanny menuturkan, saat di pertandingan pertama pada Hongkong Open pekan lalu, permainan dan rotasi masih belum baik.
“Belum menemukan pola yang diinginkan. Saya rasa di pertandingan ini walaupun hasilnya kalah tapi secara rotasi sudah lebih baik,” ucapnya.
Lanny melanjutkan, di game pertama dan awal game ke-dua sempat kesulitan melawan pemain unggulan. Tapi, setelah interval game kedua, mereka coba mengubah pola permainan dengan tidak memaksa bermain mengadu power.
“Kami menerapkan banyak variasi seperti mengangkat bola atau placing, ini beberapa kali memang membuat mereka tidak nyaman dan akhirnya membuat kesalahan,” ujarnya.
Sementara itu, Rian menyatakan, di game pertama sudah sangat nyaman dan menemukan pola permainan yang tepat. Hanya saja di game kedua seharusnya bisa lebih enak karena posisi menang angin.
“Malah jadi berubah polanya dan membuat lawan lebih percaya diri,” jelasnya.
Di ajang ini, Rian menyebutkan bahwa dia bermain tanpa beban karena ini debut.
“Jadi bisa mengeluarkan semua kemampuan tapi kami harus lebih yakin lagi di setiap pukulan,” ucapnya.
Selain itu, ada beberapa kali bola-bola mudah yang harusnya bisa masuk tapi malah terbuang. “Ini evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Tidak bermain dengan Fajar Alfian diakuinya memikiki rasa yang berbeda. Sebab, ini pengalaman baru bagi Rian bermain dengan duet selain Fajar di turnamen resmi.
“Tapi namanya pemain ganda harus siap dengan perubahan pasangan. Fokus dan persiapan saya terus meningkatkan secara individu,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG