Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Setelah sempat bergabung dengan partai lain, Epyardi Asda kembali ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kepulangan mantan Bupati Solok itu bukan sekadar pulang kampung politik, melainkan juga dikabarkan akan maju dalam pemilihan ketua umum (ketum) pada Muktamar X PPP yang dijadwalkan berlangsung Desember mendatang.
Isu tersebut cepat menyebar hingga ke tingkat daerah, terutama di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Wakil Ketua DPC PPP Solok, Mevi Nofira, menyambut kabar itu dengan penuh antusias.
“Siapa pun tokohnya akan diterima dengan tangan terbuka jika kembali ke PPP untuk bersama-sama membangun partai. Apalagi bila yang bergabung adalah figur dari Sumbar seperti Pak Epyardi,” ujar Mevi, Selasa (16/9).
Menurut Mevi, kebanggaan kader tentu semakin besar jika Epyardi tidak hanya kembali sebagai anggota, tetapi juga maju sebagai calon ketua umum di Muktamar X nanti.
PPP sejatinya bukan hal baru bagi Epyardi. Ia pernah duduk sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I selama tiga periode serta menjabat Ketua DPW PPP Sumbar. Namun pada Pemilu 2019, ia memilih pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan sempat menjadi salah satu ketua DPP. Karier politiknya berlanjut ketika ia maju dan terpilih sebagai Bupati Solok pada Pilkada 2020.
Epyardi juga sempat mencalonkan diri dalam Pilgub Sumbar 2024, meski harus kalah dari petahana. “Kami tentu bangga jika putra Kabupaten Solok bisa tampil sebagai calon ketua umum DPP PPP, apalagi saya sendiri merupakan kader partai ini,” lanjut Mevi.
Ia menambahkan, saat masih di PPP, Epyardi mencatat banyak prestasi, khususnya pada Pemilu 2004, 2009, dan 2014. Kala itu, ia dinilai mampu mendongkrak suara PPP, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD di Solok.
“Secara umum, kader PPP di Sumbar akan merasa terhormat bila Pak Epyardi benar-benar maju sebagai calon ketua umum. Harapannya, PPP kembali berjaya di parlemen,” ungkap Mevi.
Lebih jauh, Mevi menilai PPP membutuhkan banyak tokoh untuk mengembalikan kejayaan partai. Kondisi internal yang kurang stabil saat ini, menurutnya, hanya bisa diatasi dengan gagasan serta kontribusi dari figur-figur berpengalaman.
Hingga berita ini diturunkan, Epyardi Asda sendiri belum memberikan tanggapan terkait isu pencalonannya di Muktamar X. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO