Buka konten ini

LINGGA (BP) – Warga Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, mengeluhkan bus sekolah yang sudah lama tidak beroperasi akibat rusak. Kondisi ini membuat banyak anak terpaksa menempuh perjalanan jauh ke sekolah dengan sepeda motor, bahkan sebagian terpaksa tidak bersekolah karena keterbatasan ekonomi.
Jarak dari Desa Marok Kecil ke sekolah, baik SMP maupun SMA, cukup jauh. Mereka harus melewati jalan hutan yang licin saat hujan turun. Situasi ini membuat orangtua khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
Seorang warga, Salman, menyebut keadaan itu sangat memprihatinkan. Menurutnya, anak-anak yang orangtuanya tidak memiliki sepeda motor kerap absen dari sekolah.
“Kasihan, Pak. Kalau tidak ada bus, puluhan anak-anak SMP dan SMA di sini (Marok Kecil) yang orangtuanya tidak punya kendaraan sering bolos. Kami minta pemerintah segera memperbaiki bus sekolah. Fasilitas pendidikan ini harus diutamakan,” ujarnya, Selasa (16/9).
Salman menambahkan, sebelumnya sempat dijanjikan adanya bus baru untuk Desa Marok Kecil, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. Bahkan bus tambahan yang pernah ada, juga dibiarkan tanpa perawatan.
“Dulu katanya mau diganti yang baru, tapi sampai sekarang tidak ada. Bus tambahan pun tidak dirawat. Tolonglah pemerintah perhatikan anak-anak kami,” keluhnya.
Camat Singkep Selatan, Muzzilin Hasibuan, membenarkan kondisi bus sekolah yang sudah tidak beroperasi sejak Juli 2025. Ia menyebut kerusakan cukup parah, sementara anggaran perawatan tidak tersedia tahun ini.
“Karena tidak ada anggaran, saya bersama kepala desa patungan pakai uang pribadi untuk memperbaikinya. Sekarang suku cadangnya sedang dalam perjalanan. Kami targetkan akhir September bus sudah bisa kembali beroperasi,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah kecamatan dan Kabupaten Lingga segera menindaklanjuti persoalan ini. Mereka menilai keberadaan bus sekolah sangat penting demi menjamin hak anak-anak memperoleh pendidikan tanpa terkendala akses transportasi. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO