Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mulai membuka ruang investasi baru. Investor asal Tiongkok disebut siap masuk untuk menggarap hilirisasi bijih besi serta membangun kawasan industri di beberapa kabupaten.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyebut kehadiran investor asing akan menjadi motor baru perekonomian daerah, terutama di Lingga, Anambas, dan Natuna.
“Investor dan mitra lokal harus bisa berjalan seiring. Kalau ada kendala di lapangan, Pemprov siap turun tangan. Harapan kami, kerja sama ini bisa berbuah nyata,” ujar Ansar, Selasa (16/9).
Ia menegaskan, hilirisasi bijih besi dan baja di Lingga dan Natuna menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Selain itu, rencana pembangunan kawasan industri juga tengah dipersiapkan. “Investasi besar seperti ini akan kami kawal, khususnya di Lingga, Anambas, dan Natuna. Semoga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru,” tegas Ansar.
Bahas Kerja Sama Maritim, Bupati Bintan Sambut Kedubes Australia
Sementara itu, di Bintan, Bupati Roby Kurniawan menerima kunjungan rombongan Kedutaan Besar Australia yang dipimpin Political Counselor Esther Perry. Turut hadir Political Secretary 1st Ryan Cunningham, Research Officer Amira Febriyanti, Unit Manager Lulu Wardhani, dan Ria Fitriana dari James Cook University.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama sektor kemaritiman. Indonesia dan Australia dinilai punya kesamaan geografis sekaligus potensi besar dalam pengembangan maritim.
Sebelumnya, James Cook University bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar workshop di Bintan. Kegiatan itu menyasar organisasi masyarakat, nelayan, pegiat konservasi, hingga pelaku usaha bahari.
Roby mengapresiasi kunjungan tersebut sekaligus menyambut baik gagasan yang lahir dari forum tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas negara penting untuk memperkuat arah kebijakan daerah, khususnya sektor maritim.
“Bintan selalu terbuka untuk riset, kajian, hingga pilot project di bidang maritim. Lebih dari 90 persen wilayah kami laut, sehingga kerja sama ini sangat relevan,” kata Roby.
Ia berharap sinergi dengan Australia tidak hanya berhenti di ranah riset, melainkan juga menjangkau sektor perikanan, industri, dan pariwisata.
Esther Perry menegaskan, kunjungan pihaknya memang bertujuan menjajaki peluang kolaborasi maritim antara Australia dan Indonesia, khususnya Bintan.
“Kami mengapresiasi langkah Bintan dalam mengembangkan potensi maritim di bidang perikanan, industri, maupun pariwisata,” ujar Esther. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO