Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Masyarakat Indonesia menghadapi kelangkaan BBM jenis nonsubsidi. Kelangkaan dirasakan bagi yang biasa mengonsumsi BBM SPBU swasta. Kelangkaan itu salah satunya dialami Shell Indonesia.
Fenomena ini terjadi sejak dua bulan terakhir, meskipun harga BBM dari Shell lebih tinggi dibanding Pertamina. Langkanya BBM Shell Indonesia dan SPBU swasta lainnya memicu pertanyaan dari publik.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengungkapkan, kelangkaan BBM masih akan berjalan dengan waktu yang belum bisa dipastikan. ”Produk BBM Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” kata Ingrid Siburian dalam keterangan yang diterima JawaPos.com (grup Batam Pos), Senin (15/9).
Meski begitu, Shell menegaskan akan tetap melayani pelanggan dengan menjual produk BBM Shell V-Power Diesel dan layanan lainnya, termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.
”Shell Indonesia senantiasa berupaya untuk memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell,” jelasnya.
Selain itu, Shell juga akan terus berkoordinasi atau minta ”bantuan” dengan stakeholder terkait untuk memastikan adanya kelangsungan produk.
”Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell,” tukasnnya.
Di sisi lain, Kementerian ESDM membuka kemungkinan impor oleh PT Pertamina (Persero) untuk mengatasi kelangkaan yang dialami SPBU swasta ini. Opsi ini menyusul dorongan dari Kementerian ESDM agar SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, impor akan dilakukan jika memang stok BBM di kilang Pertamina kurang. Bahkan, pihaknya sedang meminta data volume yang dibutuhkan SPBU swasta untuk diberikan ke Pertamina.
”Kita tugaskan Pertamina satu pintu. Kita minta datanya (ke SPBU swasta). Begitu dapat data, kita kasih tau Pertamina nya. Kata Pertamina, oh ternyata perlu tambahan nih pak, kami harus impor tambahan,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (10/9).
Namun, hingga kini SPBU swasta belum menyepakati terkait opsi membeli BBM dari Pertamina. Hal ini berkaitan dengan spesifikasi zat adiktif. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY