Buka konten ini

GAZA (BP) – Di medan perang, penduduk sipil bukan hanya berkutat dengan desingan peluru. Mereka juga kelaparan karena Israel memblokade Gaza. Minggu (14/9), pasukan Israel menewaskan 53 warga Palestina di Gaza. Mereka ingin merebut sisi utara kota.
Penduduk kalang kabut saat serangan tiada henti. “Kami tidak tahu harus ke mana,” kata salah satu pengungsi Palestina, Marwan al-Safi, di hari yang sama Menteri Luar Negeri Amerika, Marco Rubio, bertemu Nenyatahu.
Selain itu, dua warga Gaza yang meninggal karena kekurangan gizi. Total sebanyak 422 orang meninggal karena kelaparan menurut Kementerian Kesehatan.
Sebenarnya penduduk Israel, terutama keluarga sandera, sudah jengah dengan keputusan pemerintahnya. Einav Zangauker, ibu dari tawanan Israel, Matan Zangauker, menyalahkan Netanyahu yang egois. “Mengapa Perdana Menteri bersikeras menggagalkan kesepakatan apapun yang hampir terwujud,” katanya.
Sebenarnya di dalam negeri, perdana menteri terlama Israel itu mengahadapi masalah hukum. Netanyahu dituduh melakukan korupsi dan mempertahankan kekuasaan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO