Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Program bantuan seragam sekolah gratis yang digagas Bupati Aneng dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, masih jadi harapan besar bagi para orangtua. Banyak yang menanti realisasinya karena diyakini bisa meringankan beban biaya pendidikan.
Bantuan ini ditujukan bagi siswa baru di tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. Pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak memiliki seragam layak tanpa memberatkan keluarga.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Anambas, Dian, menjelaskan saat ini program masih dalam tahap pengadaan. Proses dilakukan melalui sistem e-Katalog Inaproc versi 6, platform resmi belanja pemerintah.
“Di Inaproc nanti kami masukkan spesifikasi seragam gratis ini. Ada banyak penyedia di sana, kita pilih sesuai harga terendah, tapi tetap harus sesuai spesifikasi. Saat ini masih berproses,” ujar Dian, Senin (15/9).
Menurutnya, penggunaan sistem e-Katalog dipilih karena nilai tiap item tidak mencapai miliaran rupiah. Meski begitu, jika digabung keseluruhan, anggaran program ini mencapai sekitar Rp4 miliar.
“Misalnya baju dipaketkan sendiri, sepatu sendiri, celana juga sendiri dengan penyedia berbeda. Jadi tidak dilelang terbuka, melainkan melalui e-Katalog,” jelasnya.
Dian menargetkan kontrak dengan penyedia bisa diteken bulan ini juga. Setelah itu, pengerjaan akan berlangsung selama dua bulan sebelum seragam dibagikan ke siswa.
“Insya Allah setelah kontrak selesai, penyedia langsung bekerja. Begitu selesai produksi, seragam langsung dibagikan,” katanya optimistis.
Untuk memastikan ukuran pas, Disdik lebih dulu mengumpulkan data ukuran seragam dari siswa melalui sekolah masing-masing. “Sejak awal tahun ajaran baru, kami sudah minta data ukuran baju, celana, hingga sepatu. Jadi saat dibagikan, ukurannya sesuai anak,” terang Dian.
Namun, sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa penjahit lokal tidak dilibatkan. Menurut mereka, program ini bisa sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat jika pengerjaannya diserahkan ke pelaku usaha lokal.
Menanggapi hal itu, Dian mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan karena sistem e-Katalog bersifat nasional. “Siapa pun penyedianya bisa ikut, tidak hanya dari Anambas, tapi seluruh Indonesia,” ujarnya.
Meski ada pro-kontra, masyarakat tetap berharap program seragam gratis ini segera terealisasi. Sebagian orang tua masih mengandalkan seragam lama, bahkan ada yang meminjam dari kerabat.
Bagi warga, program ini bukan sekadar bantuan, tapi juga penyemangat anak-anak untuk giat belajar. Kini, semua menunggu janji pemerintah daerah agar bisa diwujudkan tepat waktu. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GALIH ADI SAPUTRO