Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kecamatan diminta terus siaga menghadapi potensi bencana. Instruksi itu langsung disampaikan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengingat September biasanya menjadi awal cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
“Saya sudah perintahkan TRC untuk tetap standby dan waspada di tingkat kecamatan. Kita tidak tahu kapan bencana datang,” ujar Aneng, Senin (15/9).
Ia menegaskan, kondisi geografis Anambas yang luas serta dipisahkan lautan membuat penanganan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pusat kabupaten. Komando di tingkat kecamatan menjadi kunci agar penanganan bisa cepat.
“Kalau semua terpusat di Tarempa, jelas tidak optimal. Karena itu, komando pertama harus di kecamatan,” jelasnya.
Dengan pola ini, TRC kecamatan berperan sebagai garda terdepan ketika bencana melanda. Tindakan cepat dinilai jauh lebih efektif ketimbang menunggu arahan dari pusat.
“TRC harus paham betul tugas mereka. Jangan menunggu perintah lagi. Begitu ada kejadian, segera bertindak,” tegasnya.
Aneng menekankan pentingnya kesiapan peralatan dan koordinasi lintas pihak, mulai dari lurah, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. TRC juga diminta aktif memantau cuaca dan kondisi wilayah, bukan sekadar menunggu laporan.
“Peralatan komunikasi, transportasi, dan logistik darurat harus dipastikan siap pakai. Kalau ada yang rusak atau kurang, segera laporkan ke kabupaten. Jangan sampai baru sibuk saat bencana terjadi,” katanya.
Menurut Aneng, kesiapsiagaan bukan hanya soal kecepatan bergerak, tetapi juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung.
“Intinya, jangan lengah. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutupnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GALIH ADI SAPUTRO