Buka konten ini

Mukakuning (BP) – Terminal Mukakuning di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, Batam, kini tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Bangunan yang semula disiapkan sebagai pusat naik-turun angkutan kota itu hanya sempat digunakan pada awal pembangunannya. Bertahun-tahun dibiarkan terbengkalai, terminal tersebut berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman liar.
Pantauan Batam Pos, Jumat (12/9) sore, kondisi terminal tampak memprihatinkan. Dinding bangunan bolong, sebagian atap rusak, dan sebagian area terminal dipenuhi gerobak pedagang. Bahkan, lahan yang ada kini disulap menjadi parkiran mobil warga.
Tak hanya iu, fasilitas publik yang dibangun pakai anggaran besar itu kini dihuni sekitar 60 kepala keluarga (KK). Ada yang mendirikan rumah liar di dalam area terminal, ada pula yang sekadar menumpang membuka usaha.
Menurut Fralin, warga Sei Beduk, salah satu penyebab utama matinya fungsi terminal adalah lokasinya yang jauh dari jalan utama.
“Penumpang jarang mau turun atau naik di dalam terminal. Sopir angkot juga enggan masuk, jadi mereka lebih memilih berhenti di pinggir jalan raya. Sekarang sekitar 60 KK tinggal di sini,” ujarnya.
Nining, warga lainnya, menyebut terminal tersebut sudah lama mati fungsi. “Sudah lebih dari sepuluh tahun tidak dipakai lagi,” katanya.
Batam Pos mencoba menghubungi Dinas Perhubungan Kota Batam untuk menanyakan rencana penanganan Terminal Mukakuning, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (***)
Reporter : M. Sya’ban
Editor : Jamil Qasim