Buka konten ini

Hampir setiap hari, warga Dabo Singkep terbiasa melihat sosok sederhana itu. Bagi warga, Narles bukan orang biasa. Dialah yang tanpa diminta menutup lubang-lubang jalan, menyingkirkan batu atau kayu yang berserakan, agar pengendara tak celaka. Namun, beberapa hari terakhir, jalanan Dabo Singkep terasa berbeda. Sosok Narles tak lagi tampak. Ia tengah berjuang melawan sakit akibat kecelakaan. Setelah sempat dirawat di RSUD Dabo Singkep, kondisinya memburuk dan harus dirujuk ke RS Budi Kemuliaan, Batam, untuk operasi dan perawatan intensif.
SETIAP pagi hingga senja, warga Dabo Singkep akrab dengan pemandangan sederhana, seorang pria berkaus lusuh, wajahnya selalu dihiasi senyum, berjalan santai sambil menenteng sekop atau karung kecil berisi tanah dan batu. Namanya Narles.
Ia bukan petugas dinas perhubungan, bukan pula pekerja proyek jalan. Namun, dialah yang dengan sukarela menutup lubang-lubang di jalanan. Jika ada batu atau kayu yang jatuh, ia segera menyingkirkannya. Semua dilakukan tanpa pamrih, bahkan sering menggunakan uang pribadinya.
“Kalau ketemu orang pasti disapa. Kalau lihat jalan rusak, langsung diperbaikinya. Ringan tangan sekali orangnya,” kata Ewin, warga setempat, Minggu (14/9).
Bagi masyarakat, Narles adalah penjaga keselamatan. Ia hadir bukan dengan seragam resmi, melainkan dengan ketulusan hati.
Namun, beberapa hari terakhir, suasana jalanan Dabo Singkep terasa berbeda. Sosok itu tak lagi terlihat. Narles kini terbaring di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan. Semula ia dirawat di RSUD Dabo Singkep, tetapi karena kondisinya parah, ia harus dirujuk ke RS Budi Kemuliaan, Batam, untuk operasi dan perawatan intensif.
Kabar itu membuat warga merasa kehilangan. “Biasanya tiap hari saya lihat dia di jalan. Sekarang kosong. Semoga cepat sembuh, bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Ewin dengan nada haru.
Doa pun mengalir. Warga tak tinggal diam. Mereka bahu-membahu menggalang dana di jalan-jalan, dipandu sebuah LSM lokal. Uang itu dikumpulkan untuk membantu biaya pengobatan Narles, sang pahlawan jalan berlubang.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, menyempatkan diri menjenguk Narles di Batam. Ia menyerahkan bantuan uang sebagai tambahan biaya perawatan.
“Pemkab peduli dan hadir untuk masyarakat. Apalagi Narles dikenal sebagai sosok baik. Semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas normal,” ungkap Armia.
Berangsur-angsur, kondisi Narles mulai membaik. Menurut Diar, warga yang mendampingi keluarga selama di Batam, Narles sudah sadar usai menjalani operasi.
“Alhamdulillah, sekarang dirawat di ruang inap. Kalau nanti sudah diizinkan pulang, kami akan bawa kembali ke Dabo,” jelasnya.
Atas nama keluarga, Diar menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Saya mewakili keluarga berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan Pemkab Lingga yang sudah membantu. Semoga kebaikan semua pihak dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Di jalanan Dabo Singkep, mungkin masih ada lubang yang menganga. Namun, warga percaya, semangat Narles akan terus hidup. Sosok sederhana yang menjaga keselamatan dengan tangan dan hatinya, kini justru dijaga oleh cinta banyak orang. (*)
Reporter : VATAWARI – Lingga
Editor : GALIH ADI SAPUTRO