Buka konten ini

BATAM (BP) – Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Sei Temiang hingga Tanjungriau, Sekupang, kini bak jalur maut. Lubang-lubang besar menganga di sepanjang ruas jalan, membuat perjalanan pengendara penuh risiko, terutama saat malam hari dan hujan.
Pantauan di lapangan, Minggu (14/9), kerusakan tampak cukup parah di sejumlah titik. Lubang berdiameter lebih dari setengah meter memaksa pengendara berzig-zag untuk menghindari. Tak jarang motor oleng, sementara mobil terpaksa melambat drastis agar tidak terperosok.
“Kalau malam bahaya sekali, apalagi banyak lampu jalan mati. Saya pernah lihat motor jatuh karena masuk lubang,” tutur Muklis, warga Tanjungriau.
Kerusakan jalan juga memperparah kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Banyak pengendara memilih jalur alternatif meski lebih jauh, demi menghindari risiko kecelakaan.
Andre, pekerja di Tanjungriau, mengaku kerap terlambat masuk kerja akibat jalan rusak.
“Kalau hujan, lubang tertutup air, jadi tidak kelihatan. Sering kali ban motor selip. Sudah waktunya diperbaiki total, bukan tambal sulam lagi,” keluhnya.
Selain mengancam keselamatan, jalan rusak juga menggerus kondisi kendaraan. Ban cepat aus, velg rawan penyok, hingga shockbreaker sering jebol karena hentakan keras.
“Sudah keluar biaya banyak gara-gara lewat sini setiap hari,” tambah Andre.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan melalui musrenbang. Ia menekankan, Jalan Ahmad Dahlan adalah akses vital yang menghubungkan permukiman padat dengan pusat aktivitas warga.
“Jalan ini juga dilalui kendaraan industri. Kalau dibiarkan, risikonya bukan hanya kerugian materi, tapi juga bisa merenggut nyawa. Kami minta segera jadi prioritas pemerintah kota,” tegasnya.
Warga berharap perbaikan dilakukan secepatnya. Bagi mereka, setiap kali melintasi Jalan Ahmad Dahlan, keselamatan menjadi taruhan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Jamil Qasim