Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 39 pulau kecil berpenghuni di Provinsi Kepulauan Riau hingga kini belum merasakan listrik 24 jam. Warga masih menunggu janji pemerintah untuk bisa menikmati penerangan, baik siang maupun malam.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri menyatakan tengah menyiapkan peta jalan (road map) guna menyelesaikan persoalan listrik di pulau-pulau tersebut.
“Untuk pulau dengan jarak 500 meter hingga 1 kilometer, akan dipasang kabel udara. Sedangkan yang lebih jauh akan menggunakan kabel laut agar bisa mendapat pasokan listrik,” kata Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin, Minggu (14/9).
Ia menambahkan, Pemprov Kepri juga akan menggesa percepatan elektrifikasi di 15 desa dengan genset. Sementara 70 desa lainnya bakal dialiri listrik 24 jam melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
Darwin menyebut, beberapa pulau dengan jumlah kepala keluarga di bawah 30 juga akan segera mendapat aliran listrik lewat solar panel. Untuk realisasi program ini, Dinas ESDM bekerja sama dengan PLN.
“Ada satu desa yang sama sekali belum teraliri listrik, yakni Desa Berhala. Setelah dimekarkan dan naik status menjadi kelurahan, desa ini akan kami beri genset. Namun masih dalam proses,” ujarnya.
Sementara itu, Manager UP3 PLN Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, mengakui kondisi geografis Kepri menjadi tantangan utama dalam melistriki pulau-pulau kecil.
Ia menyebut, beberapa desa di Kabupaten Lingga masih belum menikmati listrik 24 jam. “Untuk desa-desa tersebut, kami akan merelokasi mesin pembangkit lebih dulu. Harapannya bisa selesai lebih cepat dari target, yaitu awal 2026,” tutur Rully. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO