Buka konten ini

PROBOLINGGO (BP) – Dentuman keras dari sebuah kecelakaan mengejutkan warga Desa Boto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu siang (14/9). Suryadi, salah seorang warga, segera bergegas ke Jalan Raya Bromo setelah mendengar suara mirip ledakan di depan rumahnya.
Ternyata, sebuah bus mengalami kecelakaan dan menabrak tembok pembatas jalan. “Bus itu menabrak tembok, kami warga sekitar langsung membantu para korban. Saat saya tanya, mereka rombongan wisata dari Jember,” ungkap Suryadi kepada Radar Bromo Grup Jawa Pos.
Kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 12.00 di Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, saat bus bernomor polisi P 7221 UG turun dari kawasan wisata Gunung Bromo. Di dalam bus terdapat 55 penumpang, termasuk sopir bernama Albahri. Mereka diketahui berasal dari rombongan Rumah Sakit Bina Sehat, Jember.
Suryadi menambahkan, saat pertolongan pertama, lima penumpang sudah dinyatakan meninggal. “Tidak ada korban di luar bus, karena bus tidak menabrak kendaraan lain. Hanya ada satu kurir paket, motornya tertimpa bumper, tapi orangnya selamat,” jelas pria 49 tahun itu.
Suara Dentuman dan Korban Berserakan
Rina, 56 tahun, warga sekitar, juga menceritakan pengalaman mengejutkan tersebut. Ia hendak menunaikan salat Dzuhur ketika terdengar dentuman keras. “Beberapa korban nyangkut di depan bus, ada yang terkapar di halaman rumah, dan ada juga yang di tengah jalan. Saya sampai teriak-teriak kaget,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan korban yang sempat ditolong, kecelakaan ini diduga akibat rem bus blong saat menuruni Gunung Bromo. Bahkan, kemungkinan rem sudah bermasalah sebelum sampai di Boto.
Total enam korban meninggal di lokasi kejadian. Seluruh jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO