Buka konten ini
BATAM (BP) – Suasana kompleks rumah dinas Polda Kepri di Nongsa belakangan ini berbeda dari biasanya. Warga yang tinggal di kawasan itu mengaku kerap melihat gerombolan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berkeliaran di sekitar perumahan.
Satwa liar tersebut datang mencari makan, bahkan sempat masuk ke pekarangan pangan bergizi Ditreskrimum Polda Kepri, meski area sudah ditutup dengan jaring pelindung.
Kehadiran satwa itu membuat penghuni kompleks resah. Mereka khawatir monyet bisa masuk ke rumah atau menyerang warga. Kondisi ini mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang memang menangani konflik satwa dengan manusia di Batam.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam BBKSDA Riau, Tommy Steven Sinambela, mengatakan pihaknya selalu bergerak cepat ketika menerima laporan.
“Solusi nyata yang bisa kami lakukan saat ini adalah evakuasi. Monyet-monyet yang masuk permukiman kami tangkap lalu dipindahkan ke kawasan konservasi Muka Kuning atau hutan lindung Mata Kucing. Sejauh ini kondisinya masih baik,” ujarnya, Minggu (14/9).
Namun, Tommy menegaskan evakuasi tidak dilakukan menyeluruh. Pasalnya, sebagian habitat monyet ekor panjang memang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Di perumahan itu jumlahnya tidak banyak, paling banyak empat ekor. Prinsip kami bukan langsung evakuasi semua, tapi melihat intensitas dan perilakunya. Kalau ada laporan monyet masuk rumah atau mengganggu warga, baru kami turun melakukan evakuasi,” jelasnya.
Sejak 2024, BBKSDA Riau sudah berkoordinasi dengan Polda Kepri terkait aktivitas monyet di area rumah dinas. Hingga kini, pihaknya sudah tiga kali melakukan evakuasi.
“Kalau ditotal, ada enam ekor monyet yang sudah kami evakuasi dari rumah dinas Polda Kepri. Terakhir ada empat ekor yang kami lepasliarkan di kawasan konservasi Muka Kuning,” tambahnya.
Meski begitu, monyet ekor panjang tidak termasuk satwa dilindungi di Indonesia, begitu juga beruk (Macaca nemestrina), kerabat dekatnya. Namun, keberadaan mereka tetap diawasi agar tidak menimbulkan masalah sosial maupun keselamatan warga.
BBKSDA Riau juga rutin memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk penghuni rumah dinas, agar tidak memberi makan satwa liar dan menjaga kebersihan lingkungan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Jamil Qasim