Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Kondisi papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin memprihatinkan. Seiring musim hujan yang disertai angin kencang, sejumlah papan reklame tua dan kropos mulai tumbang dengan sendirinya. Hingga Jumat (12/9), belum ada penertiban dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam meski kondisi ini kian membahayakan pengguna jalan.
Salah satu insiden terbaru terjadi di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung. Sebuah papan reklame besar ambruk karena tiangnya keropos dan berkarat. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa itu, meski sempat mengejutkan warga dan pengendara yang melintas di jalur padat tersebut.
“Kalau lagi hujan deras dan angin kencang, kami selalu waswas. Tiang reklame di sekitar sini banyak yang miring dan berkarat. Ngeri kalau tiba-tiba tumbang pas ada kendaraan lewat,” ujar Irwan, warga Sagulung.
Pantauan di lapangan, kondisi serupa terlihat di sejumlah titik lain seperti Jalan R. Suprapto Batuaji dan Simpang Barelang. Banyak tiang reklame yang tampak kropos, goyah, dan tidak lagi layak berdiri. Bahkan, ada yang sudah lama kosong tanpa papan promosi, tetapi masih dibiarkan berdiri tanpa perawatan.
Warga menilai lambannya penertiban sangat berisiko. “Kalau reklame di Batam Center dan Nagoya bisa cepat dibongkar, kenapa di Batuaji dan Sagulung masih dibiarkan? Jangan tunggu sampai ada yang jadi korban dulu,” tegas Ratna, pengguna jalan lainnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, sebelumnya mengatakan penertiban di Batuaji dan Sagulung sudah masuk agenda. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap.
“Saat ini fokus di Batam Center dan Nagoya, setelah itu baru akan dilakukan penertiban di Batuaji dan Sagulung,” ujarnya.
Sementara itu, Pemko Batam menegaskan penertiban reklame merupakan bagian dari penataan kota sekaligus untuk keselamatan masyarakat. Bahkan revisi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 50 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Reklame tengah disiapkan sebagai dasar hukum yang lebih kuat.
Namun, bagi masyarakat Batuaji dan Sagulung, ancaman keselamatan kini menjadi perhatian utama. Terutama dimusim hujan dan angin kencang. Mereka berharap penertiban reklame tua dan kropos segera dilakukan sebelum terjadi insiden yang lebih buruk.
“Jangan tunggu ada korban jiwa, baru bertindak. Harus segera ditertibkan,” tegas Hendro, warga setempat, kemarin. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : Jamil Qasim