Buka konten ini
TURIN (BP) – Derby d’Italia dalam giornata ketiga Serie A 2025–2026 malam nanti (13/9) bukan bentrok pertama kedua putra legenda timnas Prancis Lilian Thuram. Yaitu gelandang Khephren Thuram yang membela Juventus dan striker Marcus Thuram (Inter Milan). Musim lalu mereka sudah saling berhadapan.
Bedanya, musim lalu duel mereka hanya berlangsung total 19 menit dalam dua laga. Di Allianz Stadium, Turin (17/2), Khephren baru masuk lapangan pada menit ke-62 ketika Marcus ditarik keluar 15 menit kemudian. Khepren membantu Juve menang 1-0 dalam laga pada giornata ke-25 tersebut.
Sementara pertemuan di Stadio Giuseppe Meazza, Milan (27/10/2024), malah hanya berdurasi empat menit. Khephren masuk lapangan pada menit ke-83 dan Marcus ditarik keluar di menit ke-87.
Musim ini, duel Thuram bersaudara bakal lebih leluasa. Khephren bukan lagi pemain cadangan di Juve. Gelandang 24 tahun itu jadi pilihan starting XI allenatore Igor Tudor. Khephren mendampingi kapten tim Manuel Locatelli sebagai pivot dalam skema 3-4-2-1.
Di Inter, Marcus yang berusia 28 tahun juga jadi tandem il capitano, Lautaro Martinez, dalam lini serang Inter yang memakai skema 3-5-2. Dengan begitu, ”Derby Thuram” di Allianz Stadium malam nanti bisa dinikmati sejak menit awal (siaran langsung Vidio pukul 23.00 WIB).
”Aku tidak sabar menantikan starter pertamaku (dalam Derby d’ Italia, red),” ucap Khephren dilansir di laman resmi klub.
Bidik Protagonista seperti Ayah
Jika Marcus dan Khephren baru akan menjaani laga ketiga di Derby d’Italia, ayah mereka, Lilian, sudah sembilan kali merasakannya. Perinciannya, tiga kali menang, empat kali seri, dan dua kali kalah.
Lilian juga pernah sekali jadi pembeda alias protagonista di giornata ke-23 Serie A 2002–2003 di Delle Alpi, Turin, markas Juve saat itu. Lilian menyumbang satu umpan gol dalam kemenangan 3-0.
Mantan gelandang Inter periode 1997—2001, Benoit Cauet, menyebut semangat Lilian dalam Derby d’Italia bisa menular kepada kedua anaknya.
’’Marcus dan Khephren memiliki tekad sama seperti Lilian. Mereka selalu ingin jadi protagonis, memberikan segalanya untuk klubnya, dan jadi penentu hasil akhir,’’ sebut Cauet kepada Tuttosport. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG