Buka konten ini

UTAH (BP) – Direktur FBI, Kash Patel, keliru mengumumkan tersangka kasus penembakan yang menewaskan aktivis konservatif Charlie Kirk di sebuah kampus di Utah pada Rabu (10/9) waktu setempat. Sebelum kepolisian setempat memberikan keterangan resmi, Patel lebih dulu menyampaikan lewat media sosial bahwa pelaku sudah ditahan.
Pernyataan Patel yang baru menjabat sebagai direktur FBI pada 21 Februari lalu itu segera dibantah oleh otoritas lokal. Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan selama berjam-jam. Hingga FBI akhirnya mengklarifikasi bahwa dua orang sempat diperiksa, tetapi telah dibebaskan.
Gedung Putih Kecewa
Sumber dari Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya menyatakan, tindakan Patel tidak profesional. ”Kinerjanya tidak bisa diterima oleh Gedung Putih maupun masyarakat Amerika. Masalah ini akan dibahas lebih lanjut,” katanya dilansir AFP.
Rilis Foto Terduga Pelaku
Kepala Kantor FBI, Salt Lake City Robert Bohls, mengatakan, penyidik telah menemukan sejumlah bukti penting. Dalam rilis dua foto terduga pelaku, juga diumumkan hadiah USD100 ribu (Rp1,6 miliar) bagi pemberi informasi.
”Kami tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan publik sangat penting dalam penyelidikan ini,” kata Gubernur Utah, Spencer Cox, kepada Associated Press. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO