Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas terus digencarkan. Berbagai program dijalankan, mulai dari pelatihan kader Posyandu, penyediaan dapur gizi sehat, pembangunan fasilitas sanitasi, hingga edukasi kesehatan bagi remaja sekolah.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting nasional masih 19,8 persen. Di Anambas, angka tersebut berada di 15,8 persen, naik dari 15,2 persen pada 2023. Kondisi ini menandakan perlunya intervensi lebih serius, terutama di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan dan pangan bergizi.
Pelatihan kader Posyandu digelar di tiga kecamatan, yaitu Jemaja Timur, Siantan Tengah, dan Siantan. Kader diberikan materi tentang pemberian makanan bergizi bagi bayi dan balita, dilengkapi praktik lapangan melalui diskusi, simulasi, dan studi kasus.
Selain itu, digelar demo masak menu lokal bergizi menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti ikan dan sayur-sayuran. Mendukung keberlanjutan program, posyandu di Jemaja Timur menerima bantuan dapur gizi lengkap dengan peralatan masak. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan lokasi demo masak sehat secara rutin.
Program ini tidak hanya menyasar keluarga, tetapi juga remaja melalui Pendidikan Usia Pranikah (PUP) di tiga sekolah. Materi mencakup kesehatan reproduksi, gizi sebelum kehamilan, kesiapan mental menjadi orang tua, hingga dampak pernikahan dini terhadap risiko stunting.
Dukungan lain berupa pembangunan satu unit toilet sehat di Desa Rewak, Jemaja. Lokasinya strategis, dekat PAUD dan lapangan desa, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk mendorong pola hidup bersih dan sehat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Anambas, Islam Malik, mengapresiasi langkah ini. “Program ini bukan hanya menekan angka stunting, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat. Jika kader, orang tua, remaja, dan pemerintah bersatu, saya yakin Anambas bisa menjadi contoh daerah kepulauan yang sukses melahirkan generasi bebas stunting,” tegas Islam Malik, Jumat (12/9).
Hal senada disampaikan Ketua TPPS Kabupaten Anambas, Samsu. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak. “Kegiatan seperti ini bukti nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, Anambas menegaskan tekadnya. Program edukasi gizi, dapur sehat, sanitasi layak, dan pembekalan remaja menjadi langkah nyata menuju generasi Anambas yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GALIH ADI SAPUTRO