Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kerusuhan politik yang mengguncang Nepal berdampak langsung pada keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di negara Himalaya tersebut. Hingga Kamis (11/9), sebanyak 18 WNI berhasil dipulangkan ke tanah air, sementara 116 lainnya masih tertahan.
Rombongan pertama diterbangkan dari Tribhuvan International Airport menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (12/9). Mereka terdiri dari perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, GIZ Indonesia, Asosiasi Hydro, akademisi Universitas Indonesia, serta beberapa WNI wisatawan.
“Sebagian besar WNI yang kembali adalah peserta kegiatan kerja sama energi baru terbarukan Indonesia–Nepal–Jerman pada 8–12 September 2025,” jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela.
Menurut Nabyl, Tim Perlindungan WNI Kemlu bersama KBRI Dhaka terus berkomunikasi dengan warga di Nepal untuk memastikan kondisi mereka. Pemerintah Indonesia juga berkoordinasi dengan otoritas setempat guna membantu WNI yang kesulitan mencapai bandara akibat jalan ditutup.
Berdasarkan data, ada 56 WNI yang menetap di Nepal, sementara 78 lainnya hanya melakukan kunjungan singkat. Dengan demikian, total 134 WNI tercatat berada di Nepal, di mana 116 orang masih bertahan hingga saat ini. KBRI Dhaka pun mengeluarkan imbauan agar WNI menjauhi lokasi kerusuhan serta selalu berhubungan dengan hotline KBRI.
Situasi Politik Nepal
Nepal tengah dilanda kekacauan pasca demonstrasi besar-besaran yang menumbangkan pemerintahan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli. Aksi protes antikorupsi yang dipelopori kelompok Gen-Z berubah menjadi kerusuhan berdarah hingga menewaskan 51 orang. Polisi Nepal juga melaporkan lebih dari 12.500 narapidana melarikan diri dari penjara di berbagai wilayah.
Hingga dua hari setelah Oli mengundurkan diri, kursi perdana menteri masih kosong. Nama mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki mencuat sebagai kandidat sementara, namun ditolak sebagian kelompok karena dinilai pro-India. Alternatif lain yang diusulkan adalah Wali Kota Kathmandu Balen Shah atau Wali Kota Dharan Harka Sampang. Perdebatan ini bahkan memicu bentrokan antarkelompok di luar markas militer.
Istri Eks PM Nepal Selamat
Di tengah kerusuhan, kabar mengejutkan datang dari keluarga mantan PM Nepal Jhalanath Khanal. Istrinya, Rabi Laxmi Chitrakar, yang sempat dikabarkan meninggal akibat kebakaran rumah, ternyata masih hidup.
Mantan menteri sekaligus tokoh CPN (S), Jeevan Ram Shrestha, menegaskan bahwa Chitrakar selamat meski mengalami luka bakar serius. Saat insiden pembakaran rumah di Dallu oleh massa, ia berada di dalam bersama putranya, Nirbhik Khanal, sedangkan Jhalanath Khanal sedang di luar.
“Sekarang kondisinya stabil dan sudah bisa berkomunikasi. Dokter menyebut nyawanya tidak lagi dalam bahaya,” kata Shrestha.
Chitrakar sempat dirawat di ICU Rumah Sakit Tentara Nepal di Chhauni, sebelum dipindahkan ke RS Kirtipur untuk perawatan lanjutan.
Sementara itu, Kathmandu masih status darurat dengan penjagaan ketat tentara setelah dua hari kerusuhan yang menewaskan puluhan orang dan melukai lebih 600 lainnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO