Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pameran Construction Indonesia 2025 resmi digelar sejak 10 September. Pameran yang akan berakhir dua hari ke depan ini, menghadirkan banyak perusahaan dari berbagai negara.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, H.E. Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, mengatakan, negaranya mengirim 16 perusahaan di acara tersebut. Mereka akan difokuskan untuk meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang konstruksi.
“Saya tentunya berharap agar produk dari perusahaan-perusahaan dari Malaysia ini bisa juga digunakan di Indonesia, sehingga kami bisa turut berkontribusi dalam pembangunan di sini. Fokus kami kali ini adalah untuk turut mendukung inisiatif hijau atau kelestarian dan sustainability,” kata Dato’, Kamis (11/9).
Dia memastikan produk Malaysia ramah lingkungan, dengan bahan baku dari alam. Dia percaya akan cocok dengan kondisi lingkungan di Indonesia yang memiliki karakteristik hampir sama dengan negaranya.
“Karakteristik Indonesia juga mirip dengan Malaysia, terutama dari sisi iklim, sehingga produk-produk ini sangat sesuai untuk digunakan di sini,” tambahnya.
Sementara, Komisaris Dagang MATRADE Jakarta, Suresh Kumar R. Palasanthiran, menambahkan, Malaysia saat ini tengah mengalami pertumbuhan signifikan di bidang industri konstruksi. Di mana pertumbuhannya di tahun ini diprediksi mencapai 6 hingga 9,6 persen.
Suresh menjelaskan, saat ini Malaysia tengah menjalankan 1,000 proyek konstruksi aktif senilai USD 13,3 miliar. Sebagian besar dari nilai tersebut meliputi perhubungan nasional, pembangunan kota yang berkelanjutan, dan inisiatif energi hijau dan terbarukan.
“Dengan pembangunan yang pesat ini, kami berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan mitra-mitra yang ada di Indonesia untuk membangun infrastruktur serta kota-kota yang modern dan berkelanjutan untuk masa depan,” kata Suresh. (*)
Reporter : JP Group
Editor : GUSTIA BENNY