Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Bali telah dilakukan. Bantuan itu tidak hanya berupa logistik, tetapi juga pengerahan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang langsung turun ke lokasi.
“Tagana bersama tim PSKBA sudah bergerak membantu penanganan,” ujar Saifullah Yusuf, Kamis (11/9).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, bantuan logistik didistribusikan melalui dua jalur, yakni Gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali. Dari gudang provinsi, bantuan telah disalurkan ke Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Gianyar. Paket bantuan tersebut meliputi 500 kasur, 500 selimut, 600 paket family kit, serta 300 paket sandang dewasa.
Sementara itu, dari Gudang Sentra Paramita Mataram dikirim 2.000 paket makanan siap saji, 318 paket perlengkapan anak, 87 family kit, 497 kasur, 568 tenda gulung, dan 48 unit tenda keluarga portabel. “Semua logistik itu disalurkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan digunakan untuk penanganan banjir,” jelasnya.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba, Klungkung, untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak. Meski kondisi banjir mulai mereda, pelayanan dapur umum tetap berjalan.
Di sisi lain, Kemensos tengah melakukan verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia. Hasil sementara mencatat empat orang meninggal akibat banjir, masing-masing Ni Wayan Lenyod (56) dari Denpasar Selatan; Nadira (48) dari Denpasar Barat; Ni Wayan Puspa (83) dari Denpasar Utara; dan Dede Rio (20) dari Monang-Maning, Denpasar Barat. Ahli waris mereka akan menerima santunan dari Kemensos.
“Petugas di lapangan juga melakukan asesmen terhadap korban luka maupun meninggal dunia untuk pemberian bantuan lanjutan,” ujar Gus Ipul. Ia pun mengingatkan masyarakat tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan.
Sementara itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Mereka adalah Ni Wayan Werni (70), Ni Ketut Merta Perempuan (63), Maimun (82), Tasnim Ibrahim (43), dan Farwah Husein (25).
Seperti diketahui, hujan deras melanda Bali sejak Selasa (9/9). Pada Rabu (10/9) dini hari, tembok pembatas Tukad Badung di Kota Denpasar jebol, memicu luapan banjir. Di wilayah Gianyar dan Karangasem, ketinggian air bahkan mencapai dua meter, merendam rumah warga serta kendaraan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO