Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Harga ayam potong di pasar Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Stok yang terbatas disebut sebagai penyebab naiknya harga daging ayam.
Pantauan Batam Pos di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang, harga ayam kini menyentuh Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga terjadi secara bertahap, dari Rp35 ribu, kemudian Rp38 ribu, hingga mencapai Rp40 ribu per kilogram.
“Memang lagi naik. Kemarin harga ayam masih di angka Rp38 ribu per kilogram, sekarang menyentuh Rp40 ribu per kilogram,” kata Aboy, pedagang ayam di Pasar Bintan Center, Kamis (11/9).
Aboy menjelaskan, kenaikan harga ini dipicu mulai menipisnya stok ayam di ibu kota Provinsi Kepri. Menurutnya, hal ini merupakan dampak dari ekspor ayam ke Singapura yang dilakukan beberapa waktu lalu.
“Ayam ini saya ambil dari Kijang. Memang saat ini stok sedikit, mungkin karena sudah ada yang dikirim (ekspor) ke Singapura,” ungkapnya.
Naiknya harga ayam turut memengaruhi tingkat penjualan. Biasanya, dagangan ayam yang habis terjual bisa mencapai 300 kilogram per hari. Namun kini, hanya sekitar 200 kilogram yang laku terjual.
“Meski turun, masih lumayan, karena pelanggan saya kebanyakan pedagang makanan. Kita harap harga ayam tidak naik lagi, agar tingkat penjualan juga tetap tinggi,” sebut Aboy.
Sementara itu, Siti, seorang ibu rumah tangga, mengaku terpaksa mengurangi pembelian ayam untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya beli satu ekor, sekarang beli setengah saja. Harganya sekarang mahal lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO