Buka konten ini

DENPASAR (BP) – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Denpasar dan Badung sejak Selasa (9/9), menimbulkan bencana banjir hingga merenggut tujuh korban jiwa. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh dan terseret arus deras. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang.
Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal di Bendungan Muara Nusa Dua pada Selasa (10/9) sekitar pukul 09.40 WITA. Diduga korban hanyut terbawa arus. Tak lama berselang, jasad perempuan tanpa identitas juga ditemukan di Tukad Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, sekitar pukul 12.00 WITA.
Musibah lain terjadi di kawasan Kumbasari, Denpasar Barat. Sebuah toko runtuh akibat banjir deras, menimpa enam orang. Dari jumlah itu, dua berhasil selamat, sementara empat lainnya meninggal dunia. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi identitas korban. “Muis dan putranya, Ousay, berhasil keluar dari reruntuhan. Namun istri Muis, Nadira, serta anak perempuannya, Maimunah, tidak terselamatkan,” ujarnya.
Selain itu, tiga pedagang juga terseret banjir di lokasi yang sama. Satu di antaranya, Ni Wayan Lenyot, ditemukan meninggal, sementara dua pedagang lain masih dalam pencarian tim SAR.
Upaya Evakuasi
Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Denpasar, Juni Antara, menjelaskan tim gabungan menggunakan perahu karet untuk menjangkau lokasi banjir parah. Evakuasi dilakukan di Perumahan Wiraraja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, termasuk warga yang membutuhkan pertolongan medis. “Petugas sempat terhambat akses jalan karena tergenang, tetapi tim sudah tiba di lokasi,” ucapnya.
Lokasi lain yang terdampak banjir parah meliputi Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak, hingga kawasan Jalan Teuku Umar. Tim SAR juga mengevakuasi dua balita, dua lansia, serta tiga orang dewasa.
Penyebab Bencana
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengatakan bencana ini dipicu aktivitas gelombang ekuatorial Rossby yang menumbuhkan awan konvektif.
“Kondisi kelembapan udara sangat tinggi hingga lapisan 200 mb (12.000 meter), sehingga terbentuk awan dengan puncak tinggi dan memicu hujan lebat disertai petir,” jelasnya. Ia memperingatkan dalam tiga hari ke depan Bali masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.
Respons Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan Pemprov Bali menyiapkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD untuk penanganan bencana. Dari hasil tinjauan, banjir bandang akibat meluapnya Tukad Badung merusak sejumlah bangunan di Jalan Sulawesi serta menggenangi Pasar Kumbasari. Barang dagangan pedagang, terutama tekstil, banyak yang hanyut.
Koster menambahkan, pihaknya menginstruksikan BPBD bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempercepat pencarian korban hilang. “Bagi korban meninggal dunia, pemerintah juga menyiapkan santunan sebesar Rp 15 juta,” kata Koster. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO