Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kecamatan Tambelan, Bintan, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, bahkan ada yang terpaksa jalan kaki ke sekolah.
Nur, seorang guru di Tambelan, mengaku kehabisan bensin untuk sepeda motornya. “Terpaksa jalan kaki. Harapan kami, persoalan ini segera diatasi,” ujarnya, Rabu (10/9).
Camat Tambelan, Asmawi, membenarkan adanya kelangkaan BBM jenis pertalite dan pertamax. Menurutnya, masalah ini muncul karena larangan pengiriman BBM dari Pontianak, Kalimantan Barat, ke Tambelan.
“Yang langka hanya pertalite dan pertamax. Alhamdulillah solar masih aman,” kata Asmawi.
Kelangkaan ini membuat warga mengurangi aktivitas harian. Meski begitu, Asmawi menyebut masyarakat sebenarnya tidak keberatan membeli dengan harga sedikit di atas HET, asalkan stok tersedia.
“Yang penting ada stoknya. Namun warga tetap berharap harga BBM bisa kembali normal,” jelasnya.
Asmawi mengingatkan, bila kondisi berlanjut, dikhawatirkan dimanfaatkan pelaku usaha dengan menaikkan harga jual BBM.
Pemerintah kecamatan sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Bintan. Dari hasil rapat, salah satu langkah jangka menengah adalah membentuk subpenyalur BBM yang diperkirakan selesai akhir Oktober.
“Itu saran dari Pertamina. Tapi untuk jangka pendek, DKUPP akan menyurati bupati agar solusi segera dicari,” tambah Asmawi. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO