Buka konten ini

BEIRUT (BP) – Otoritas Qatar mengutuk keras serangan Israel terhadap bangunan tempat tinggal di Doha, ungkap Kementerian Luar Negeri Qatar pada Selasa (9/9).
Sebelumnya pada hari itu, pasukan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap pejabat senior Hamas.
”Qatar mengutuk sekeras-kerasnya serangan pengecut Israel yang menargetkan bangunan tempat tinggal di Doha, tempat tinggal beberapa anggota pimpinan politik Hamas,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
”Agresi kriminal ini merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional, serta ancaman serius terhadap keselamatan dan kehidupan warga negara Qatar dan warga negara asing di negara ini,” menurut pernyataan itu.
Qatar tidak bermaksud menoleransi tindakan Israel, yang mengancam keamanan seluruh kawasan, tegas Kementerian Luar Negeri Qatar, menambahkan bahwa Qatar sedang meluncurkan penyelidikan tingkat tinggi atas serangan tersebut, dan hasilnya akan segera dirilis.
Ledakan terjadi di Doha, Qatar, merupakan hasil dari sebuah “percobaan pembunuhan” untuk menyasar pejabat tinggi dari kelompok perjuangan Palestina, Hamas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Barak Ravid, seorang jurnalis Axios, pada Selasa (9/9), yang mengutip informasi dari seorang pejabat Israel yang tidak disebut namanya.
“Seorang pejabat Israel mengatakan ledakan di Doha adalah percobaan pembunuhan terhadap pejabat Hamas,” kata Ravid. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Andriani Susilawati