Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perombakan kabinet masih memicu sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia. Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi pemicu utama. Karena itu, Menkeu Purbaya dituntut mampu meredam gejolak pasar dan memulihkan kepercayaan investor.
Hingga perdagangan ditutup pukul 16.00 WIB kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 138 poin atau 1,78 persen menjadi 7.628,6. Pelemahan ini melanjutkan hari sebelumnya, Senin (8/9), yang merosot 100,5 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85.
”Saham-saham perbankan besar menjadi penekan utama,” ungkap Chief Economist Permata Bank Josua Pardede kepada Jawa Pos (Grup Batam Pos) kemarin (9/9). Dia menjelaskan, reaksi pasar merupakan respons wajar atas hilangnya jangkar kepercayaan yang selama ini dipegang Sri Mulyani. Sebab, Ani –sapaan akrabnya– menjadi rujukan utama investor terhadap disiplin fiskal, mutu pengelolaan utang, dan komunikasi kebijakan.
Untuk meredam gejolak yang lebih dalam, perlu langkah cepat dan terukur dari pemerintah. Josua menekankan pentingnya penjelasan fiskal yang tegas tentang batas defisit, peta pembiayaan, serta prioritas belanja yang terukur. Juga menegaskan kembali peran dan kemandirian bank sentral agar pasar yakin penopang nilai tukar dan inflasi tidak berubah.
”Perbaiki komunikasi publik dan transparansi data sehingga pelaku pasar dapat mengambil keputusan dengan dasar yang jelas,” tegas alumnus University of Amsterdam itu.
Pengusaha Berharap Konsistensi Kebijakan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Purbaya memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya stabilitas sebagai landasan pertumbuhan.
”Dengan kestabilan ekonomi itu, pertumbuhan bisa tercapai. Kita kasih kesempatan dulu beliau tentunya untuk masuk kantor, menganalisis,” ujarnya di Jakarta, kemarin (9/9).
Menurut Anindya, dunia usaha berharap Kemenkeu dapat mendorong pertumbuhan lebih baik seiring program pemerintah yang tengah dijalankan. ”Kami juga mendukung program pemerintah supaya pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menegaskan, bagi pengusaha yang terpenting adalah konsistensi arah kebijakan, komitmen pada keberlanjutan reformasi struktural, koordinasi lintas kementerian, dan komunikasi yang terbuka dengan pelaku usaha. Menurut Shinta, stabilitas pasar dan kepercayaan investor harus terus dijaga.
”Dengan itu, stabilitas pasar dan kepercayaan investor dapat terus terjaga, sehingga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang sehat dan berdaya saing,” tegasnya.
”Dunia usaha juga menyambut baik Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan,” ungkapShinta. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO